Selasa, 24 Maret 2015

HARI JADI KOTA MUNGKID

Hari Senin 23 Maret 2015 adalah hari jadi kota Mungkid yang ke 31. Kota Mungkid adalah ibu kota kabupaten Magelang.Kabupaten Magelang terkenal dengan candi Borobudur dan candi Mendut. saya orang Muntilan yang bagian dari kabupaten Magelang ikut merayakan peringatan hari jadi kota Mungkid dengan memakai pakaian adat Jawa kesekolah, yang memang tugas saya sehari-hari sebagai guru.

Senin, 16 Maret 2015

NEGERI TIDAK KARUAN

Harga beras melambung, tetapi petani padi tetap buntung
Harga lombok melonjok  tetapi petani lombok tetap tombok.
DPRD dan Pemerintah Daerah kisruh rakyatnya semakin lusuh
Pembalak hutan besar-besaran banyak pelakunya masih aman dan hidup penuh kemewahan
nenek Ashani yang tua renta, dengan secuil kayu di tuntut kepenjara
Para politisi pada berebut kekuasaan, kelihatannya semua benar, katanya sama-sama memperjuangkan kebenaran tetapi kok bermusuhan. Betul-betul tdak karuan. 


Jumat, 30 Januari 2015

BINGUNG

Akhir-akhir ini para pejabat negara kita pada berseteru, dan dipertontonkan dimedia masa terutama  televisi. Media televisi hampir menjagkau diseluruh pelosok di indonesia,. dibumbui oleh para pengamat yang juga simpangsiur, yang membuat bingung rakyat kecil seperti saya. sebenarnya yang benar atau yang salah itu yang mana?.Para pejabat dan pengamat berkomentar, katanya berdasarkan hukum, berdasar etika atau berdasar moral, menurut beliau yang komentar semua yang dikatakan benar,tetapi komentar yang satu dengan yang lain berbeda, berbeda-beda, tetapi katanya semua benar,piye iki bingung lagi aku.

Konon katanya para pejabat negara itu dibayar dengan uang rakyat, tetapi kok rakyat dibuat bingung oleh ulah para pejabat, bingung lagi? Rakyat punya wakil untuk ngurusi negara,tetapi juga mrmbingungkan yang diwakili, aku sebagai rakyat ya bingung lagi.

Di lereng gunung Merapi (kabupaten Magelang) ada jalan yang digunakan evakuasi penduduk jika sewaktu-waktu merapi erupsi rusak parah, bahkan tidak bisa lagi disebut jalan ,banyak yang menyebut kali garing (sungai kering) belum juga diperbaiki katanya subsidi BBM dialihkan Pembengunan sarana dan prasarana terutama jalan, Piye iki Lagi-lagi aku bingung.
Binguuuuuuuuuuuuuung.

Selasa, 07 Januari 2014

Menanam Jahe Merah

Liburan Natal dan liburan semester gasal saya gunakan untuk menanam jahe merah. Semoga sepuluh bulan lagi panen yang melimpah.

Senin, 11 November 2013

Paseduluran Tanpa Tepi

BEDA-BEDA ITU INDAH

Dalam memperingati hari pahlawan 10 November 2013 Museum Misi Muntilan dan Kevikepan Kedu mengadakan Gelar Budaya, yang dipusatkan di lapangan Pemda Pasturan Muntilan.Acara dimulai dengan upacara bendera dengan inspektur upacara Bapak Camat Muntilan diringi Drumband "Lumen Aerterna" dari SMP Santa Maria Sawangan. Upacara bendera diikuti oleh para siswa, guru, Ormas, Para Pegawai dan masyarakat. Dilanjutkan kirap budaya melalui jalan Vanlith, jalan Talun, jalan FX Suhaji, Jalan Kartini dan berakhir di Pastoran Muntilan.
Acara di lapangan Pastoran Muntilan dilanjutkan Pentas Budaya yang tampil antara lain:
1. Jathilan "Kridha Anom Bakti" Pepe, Muntilan, Magelang.
2. Kharismatik Joged Dayakan.
3. Cerita Rakyat FKKMK Kedu: Babad Sedulur Merapi.
4. Komunitas Seni " Gangsir Ngenthir" Karanganyar, Ngargomulyo, Dukun, Magelang.
5. Jathilan " Cipto Gumelar" Desa Gulon, Salam, Magelang.
6. Topeng Ireng " Maeso Loreng" Ibu Paroki St. Ignatius Magelang.
7. Soreng " Tontro" Ngargotontro, Sumber, Dukun, Magelang.
8. Komunitas Seni " Gangsir Ngenthir" Grogol, Mangunsoka, Dukun, Magelang.
9. Jathilan " Cipta Budaya" Tangkil, Ngargomulyo, Dukun, Magelang.

Setelah istirahat magrib, tepatnya pukul 19.00 WIB acara dilanjutkan dengan Solawatan dari NU Ngadipuro, Dukun, Magelang.
Pentas Seni Budaya ditutup dengan ketoprak dengan lakon nDhepani Ajining Dhiri, yang disutradarai Bondan Nusantara, Pemainnya antara lain : Rm. Nur Widi, Rm. Fitri dan Rm. Nugroho.
Cerita Ketoprak:
Ketenangan Praja Bantala Ayu dibawah kepemimpinan Prabu Padmaaji yang tersohor sebagai raja yang bijaksana dan mencintai serta disayangi rakyatnya, terusik karena hilangnya sang permaisuri, Ratu Sasi. Berbagai upaya ditempuh sang Prabu Padmaaji untuk mengembalikan Ratu Sasi ke Bantala Ayu. Tidak saja harga diri sebagai suami yang direndahkan tetapi harga diri bangsa ikut tercabik jika permaisuri Bantala ayu tidak dapat dikembalikan. Kawula dan raja Bantala Ayu bahu-membahu mencari kemana hilangnya Ratu Sasi ... berjuang nDepani Ajining Dhiri....

Ternyata biang kekacauan datang dari Sang Prabu Singaprana dari kerajaan Linggapura. Keangkaramurkaan seraya tidak bisa dicegah pada pribadi Sang Prabu Singaprana. Kehendaknya memperistri Ratu Sasi membutakan hati nurani dan pikiran sehatnya. Semua dikurbankan demi menuruti nafsu angkara murkanya. Segala pertimbangan dan pepeling diabaikan. Kuasa angkara murka sedemikian mengcengkeram dirinya bahkan  dihayati sebagai pepesten dari Hyang Maha Kuasa.

Kebenaranlah yang pada akhirnya jadi pemenang. Meski selalu ada korban. Tertinggal Nasib Ratu Sasi ... setelah sekian lama berada dalam cengkeraman Prabu Singaprana, akankah sang Suami, Prabu Padmaaji akan menerimanya ??? ...  

 

Sabtu, 17 Agustus 2013

HUT RI ke 68 Tahun

Pada hari ini Sabtu 17 Agustus 2013 bangsa Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun  Kemerdekaan yang  ke 68. Semua rakyat Indonesia memperingatinya, dengan berbagai cara. Yang pasti dilakukan setiap tahun adalah upacara bendera, pagi, upacara detik-detik proklamasi dan sore upacara penurunan bendera.Di berbagai instansi pemerintah maupun swasta, RT, Rw, lingkungan dan kelompok-kelompok masyarakat merayakan HUT RI dengan cara masing-masing. Ada yang mengadakan upaxara bendera di dalam air, ada yang mengadakan upacara bendera dengan melibatkan binatang seperti yang dilakukan TMI Prigen Jawa Timur. ada yang mengadakan berbagai lomba,juga pentas seni.
SELAMAT ULANG TAHUN INDONESIA, semoga Engkau tetap berdiri kokoh sampai akhir jaman.

Rabu, 14 Agustus 2013

Lebaran

Hari raya Idhul Fitri selalu ditunggu -tunggu oleh masyarakat Indonesia. Hari raya Idhul Fitri sebenarnya hari raya umat Islam. Di Indonesia, terutama di Jawa, Idhul Fitri atau lebaran bukan saja milik umat Islam . Orang non muslim juga ikut merayakan. Tradisi mudik, berkunjung ke tempat saudara untuk silahturahmi, saling maaf-memaafkan merupakan tradisi yang baik, sehingga harus selalu dikembangkan.  Harapannya tradisi ini akan mempersatukan masyarakat, sehingga tidak lagi terjadi gesekan bahkan tawuran antar warga.

Saya dan keluarga juga ikut mudik dan berkunjung ketempat saudara. Karena tempat kerja (sekolah) saya juga libur, saya mengunjungi saudara dibeberapa tempat. Hari selasa 6 Agustus 2013 kami ketempat saudara di Ambarawa dan Banyubiru kabupaten Semarang. Hari Rabu 7 Agustus 2013 kami ketempat saudara di Grogol, Gejiwan, Dukun kabupaten Magelang. Hari kamis - Senin 8 - 12 Agustus 2013 kami ketempat orang tua dan saudara di Kagokan, Pakisan, Cawas, Klaten, Jawa tengah. Minggu 11 Agustus 2013 saya mengikuti Reuni di SMP Negeri I Cawas, bertemu dengan teman-teman SMP yang sudah 25 tahun (masuk SMP tahun  1985, lulus tahun 1988). Kami sudah banyak yang pangling, wajahnya masih ingat tetapi namanya lupa, maklum sudah 25 tahun tidak ketemu. Setelah selesai reuni saya mengikuti Halal Bihalal trah Asmorejo, Trah dari simbok saya. Dalam halal Bihalal tersebut penceramah mengatakan bahwa halal bihahal itu bukan ritual agama Islam. Kalau dalam ajaran islam yang wajib dilakukan dalam peringatan Idhul Fitri adalah Puasa satu bulan dan sholat Id. Halal Bihalal adalah tradisi masyarakat, yang diikuti tidak hanya umat Islam saja melainkan oleh seluruh anggota masyarakat, termasuk mereka yang beragama non Islam. Dalam Trah keluarga kami memang tidak semuanya muslim, bahkan rumah yang dipakai halal bihalal adalah rumah kakak saya yang beragama katolik.Memang agama atau kepercayaan bukan suatu masalah untuk membangun masyarakat yang damai.

Kamis, 23 Mei 2013

Menjadi Guru Matematika untuk Muridku



Di dalam dunia pendidikan terutama pendidikan formal murid adalah komponen yang paling penting. Jika tidak ada murid maka sekolah, kepala sekolah maupun guru pasti juga tidak ada. Paradigma bahwa murid adalah komponen yang paling penting dalam dunia pendidikan harus digemakan secara terus-menerus. Murid harus dibimbing untuk menjadi manusia yang sungguh manusiawi. Seperti hakekat pendidikan menurut Driyarkara “ Memanusiakan Manusia Muda”.
Murid harus selalu diberi ruang untuk membangun dirinya menjadi manusia yang sejati bukan manusia yang berpikir dan bertindak tidak manusiawi. Bukan manusia yang angkuh, sombong, tamak dan arogan yang sangat banyak kita jumpai dimasyarakat kita. Hampir setiap hari terdengar berita tentang korupsi, perampokan, penganiayaan, maling atau tawuran dimasyarakat kita. Masyarakat kita sepertinya menerapkan hukum “Rimba” siapa yang kuat adalah yang menang. Kelompok yang merasa kuat mengintimidasi kelompok yang lemah, bahkan ada oknum aparat negara yang seharusnya melindungi rakyat malah melakukan tindakan melawan hukum yang berlaku dinegara kita ini untuk kepuasan atau keuntungannya sendiri. Ingat kasus cebongan. Oknum aparat negara yang seharusnya berpikir dan bertindak untuk kesejahteraan rakyat malah merampok uang milik rakyat. Ingat Kasus Gayus, BLBI, hambalang, daging sapi, simulator dan masih banyak lagi.
Harapan dari Pemerintah dan juga masyarakat, selain murid-murid(yang akan mengganti aparat - aparat negara dikemudian hari) menjadi cerdas secara akademik juga mempunyai karakter yang baik, terbukti pemerintah mencanangkan pendidikan karakter dan masyarakat menyambut dengan baik. Generasi yang cerdas dan berkarakter diharapkan akan dapat membangun bangsa ini menjadi bangsa yang lebih baik, maju dan sejahtera. Bangsa kita saat ini sedang mengalami krisis, dengan indikasi: koruptor semakin merajalela, banyak oknum aparat melakukan pelanggaran hukum, tawuran antar pelajar, antar mahasiswa atau antar masyarakat dan juga masalah narkoba.
Untuk mengatasi krisis bangsa ini pendidikan menjadi pilar yang sangat penting. Walaupun hasil pendidikan tidak dapat instan tetapi membutuhkan proses yang panjang. Di dalam pendidikan, terutama pendidikan formal peran guru sangatlah penting. Menurut prinsip kontruktivisme, seorang guru berperan sebagai mediator dan fasilitator yang membantu proses belajar murid berjalan dengan baik. Fungsi mediator dan fasilitator dapat dijabarkan dalam beberapa tugas sebagai berikut: 1). Menyediakan pengalaman belajar yang memungkinkan murid bertanggung jawab dalam membuat rancangan, proses dan penelitian. 2). Menyediakan atau memberikan kegiatan-kegiatan yang merangsang keingintahuan murid dan ingin membantu mereka untuk mengekspresikan gagasan -gagasan dan mengkomunikasikan ide ilmiah mereka (Watt & Pope, 1989). 3). Menyediakan sarana yang merangsang murid berpikir secara produktif. 4). Menyediakan kesempatan dan pengalaman yang mendukung proses belajar mereka. 5). Memonitor, mengevaluasi, dan  menunjukkan apakah pemikiran murid berjalan dengan baik. (Dr. Paul Suparno, 1997)
Pembelajaran  Matematika
Untuk membentuk generasi muda yang cerdas dan berkarakter yang baik, matematika menjadi salah satu bahan ajar yang diberikan kepada murid.                   Mengapa matematika? Matematika adalah ilmu yang jujur, apa adanya, bepikir dan bertindak berdasarkan fakta,berpikir dan bertindak dengan sabar, tidak mudah emosi ulet dan teliti. Jika karakter ini menjadi karakter generasi bangsa ini yakinlah bangsa kita terbebas dari korupsi, tawuran dan teroris.
Pembelajaran matematika di sekolah harus dilakukan dengan baik supaya karakter-karakter tadi dapat merasuk kepada pribadi-pribadi murid. Pembelajaran matematika harus menempatkan murid sebagai subyek. Murid diberikan kesempatan untuk membangun dirinya sendiri (seperti pada teori konstruktivisme).
Guru harus selalu sabar, guru harus terus menerus membimbing murid untuk memasukkan nilai – nilai karakter tersebut. Sebagaimana menurut teori konstruktivisme, guru hanya sebagai motivator dan fasilitator. Sebagai motivator guru harus memberi dorongan kepada murid untuk mengembangkan dirinya. Guru sebagai fasilitator atau alat bukan tujuan. Guru seharusnya rendah hati, tidak sombong, tidak gila hormat. Guru harus sadar, karena sebagai alat, mungkin pada suatu saat tidak dipakai murid. Guru harus memberi teladan hidup yang baik bagi para muridnya, tetapi guru jangan menyuruh muridnya untuk mencontoh guru, bahayanya jika ada tindakan – tindakan guru yang tidak baik juga dicontoh muridnya ( guru juga manusia ).
Masalah Pembelajaran Matematika
Pembelajaran matematika di sekolah bertujuan bukan hanya mengolah pikiran murid supaya menjadi cerdas, tetapi juga mengolah rasa supaya menjadi manusia yang disiplin, teliti, jujur, tanggung jawab, empati dan bekerjasama. Membelajarkan matematika kepada murid tidak mudah. Guru harus sabar, seperti pernah dikatakan Gusdur “sabar tidak ada batasnya, kalau ada batasnya berarti bukan sabar”. Guru juga tidak boleh menyerah menghadapi masalah siswa dan guru harus selalu belajar.
Banyak paradigma yang salah dari murid dan orang tua tentang pembelajaran matematika. Paradigma itu adalah pelajaran matematika itu sulit. Paradigma bahwa pelajaran matematika itu sulit banyak disampaikan orang tua kepada anaknya (mungkin maksud dari orangtua supaya anaknya rajin belajar matematika). Tetapi apa yang terjadi?.  Banyak anak yang takut terhadap pelajaran matematika. Diperparah lagi banyak komentar dari masyarakat “ kalau tidak sulit namanya bukan matematika”. Maka dibenak murid mata pelajaran matematika itu sebagai momok yang menakutkan, kalau bisa dihindari. Kenyataanmya sekolah di mana saja, jurusan apa saja pasti ketemu dengan yang namanya matematika. Jadi banyak murid yang belajar matematika karena terpaksa.
Menurut sifatnya matematika adalah ilmu yang abstrak. Bagi anak – anak yang tahap berpikirnya masih konkrit akan kesulitan mempelajari matematika jika guru tidak mensiasatinya. Celakanya lagi kurikulum pembelajaran matematika tidak berurutan apalagi kalau berkaitan dengan pelajaran yang lain, misalnya fisika. Contohnya pada pelajaran fisika membutuhkan trigonometri, tetapi trigonometri yang merupakan materi ajar matematika belum dipelajari. Dari guru fisika mengatakan bahwa materi trigonometri merupakan bagian dari matematika, maka menambah lagi beban para murid bahwa matematika itu sulit. Sadar atau tidak sadar guru matematika sendiri ikut berperan dalam membentuk persepsi bahwa matematika itu sulit. Guru matematika sering mengejar ketercapaian jumlah kompetensi yang disyaratkan dalam kurikulum. Guru matematika juga sering mengejar hasil akhir, misalnya hasil Ujian Nasional, dalam persiapan Ujian Nasional guru paling sering menggunakan  metode drill, bagi murid yang kurang menguasai konsep, metode drill membuat persersi murid semakin mantap bahwa pelajaran matematika itu sulit.
Kondisi di atas memang bukan akhir dari pembelajaran matematika. Kita sebagai guru matematika mestinya harus keluar dari situasi tersebut. Memang tidak mudah tetapi kita harus yakin bisa mengatasinya. Beberapa cara yang dapat saya sampaikan untuk mengatasi pembelajaran tersebut : 1) Semuanya harus dimulai dari guru.  2) Guru matematika harus berprinsip bahwa saya menjadi guru untuk muridku.  3)  Menghormati apa yang dilakukan murid.  4) Masuk ke dalam dunia murid dalam proses pembelajaran. 5) Dekat dengan murid. 6) Menggunakan media yang konkrit.
Selamat berjuang para guru, demi masa depan bangsa.

B. Sri Subekti
(Seorang gurumatematika)

Kamis, 02 Agustus 2012

Sukacita adalah dukacita yang terbuka kedoknya,
Semakin dalam Sang duka, menggoreskan luka, kedalam sukma, maka semakin mampu sang kalbu mewadahi bahagia.
Pabila engkau berdukacita, mengacalah lagi ke lubuk hati, disanalah pula kau bakal menemui, bahwa sesungguhnyalah engkau sedang menangisi sesuatu yang pernah kau syukuri.
(KAHLIL GIBRAN)

Selasa, 10 Juli 2012

KATA YANG PALING INDAH ADALAH CINTA

Kata yang paling mementingkan diri sendiri adalah AKU, Hindarilah!
Kata yang paling memuaskan bersama adalah KITA. Gunakan! 
Kata yang paling beracun adalah EGOIS, Bunuhlah!
Kata yang paling indah adalah CINTA, Hargailah!
Kata yang paling menyenangkan adalah SENYUM, Peliharalah!
Kata yang paling cepat menyebar adalah GOSIP, Hindarilah!
Kata yang paling sulit dicapai adalah SUKSES, Capailah!
Kata yang paling membuat iri adalah KECEMBURUAN, Hindarilah!
Kata yang paling kuat adalah ILMU, Dapatkanlah!
Kata yang paling penting adalah PERCAYA DIRI, Milikilah!
Kata yang paling mujarab adalah DOA, Lakukanlah!

Sr. M. Lusy H,  OSF.

Minggu, 03 Juni 2012

KELULUSAN

Tanggal 26 Mei 2012 adalah hari yang ditunggu- tunggu siswa kelas 12 SMA dan sederajat, karena tanggal itulah pengumuman kelulusan, begitu juga tanggal 2 Juni 2012 bagi siswa SMP dan Sederajat.
Berbagai ekspresi muncul  untuk memaknai kelulusan tersebut, ada yang meluapkan kegembiraan dengan doa bersama, ada yang sujud syukur dan dilanjutkan mengucapkan terimakasih kepada guru-gurunya tapi juga ada yang pawai menggunakan motor di jalan raya. 
Luapan kegembiraan yang terakhir ini  kadang meresahkan masyarakat, berpawai dengan pakaian  dicorat coret, berkendaraan dengan tidak mematuhi peraturan lalu lintas, membahayakan pengguna jalan yang lain bahkan ada yang tawuran antar kelompok siswa.
Memang suatu kejadian yang menggembirakan perlu dimaknai sebagai ungkapan syukur tetapi ungkapan itu seharusnya yang baik, bisa jadi pangalaman yang dapat dikenang sepanjang hayat, dan mestinya tidak menggangu orang lain.

Kamis, 08 Desember 2011

ANTRI

Seperti biasa setiap pagi kira-kira jam 05.00, aku jalan-jalan pagi disekitar perumahan yang aku tinggali. suatu pagi waktu jalan-jalan aku melihat bebek yang berbaris dengan rapi di pematang sawah digiring oleh yang punya. Pada saat melintasi jalan raya kecepatan bebek tambah kenceng karena ada mobil yang mau lewat. sopir mobil sabar menunggu sementara bebek-bebek dengan rapi tanpa ada yang tumbukkan lari dengan tertip. Kejadian ini bertolak belakang dengan kejadian yang sering kita lihat di televisi, kita baca dikoran atau kita dengar diradio.Kejadian antri pembagian sembako yang menimbulkan orang meninggal, pembagian daging kurban dan zakat fitrah yang juga menimbulkan kurban dan juga penonton sepak bola diajang SEA GAMES yang menelan kurban. Kejadian ini mungkin masih dimaklumi walaupun tidak bisa dibenarkan, karena yang antri rata-rata orang kecil dan tidak perpikir panjang tentang resiko antri. Korban SEA GAMES tidak mungkin yang mempunyai tiket VIP Tapi yang tidak bisa dimaklumi adalah orang-orang yang antri mau membeli Black Berry karena dapat diskon, konon yang menggunakkan Black Berry adalah orang menengah ke atas. Mengapa ya orang Indonesia sulit untuk antri??? Mari kita budayakan untuk antri.

MENGELUH

Suatu hari ada siswa yang ingin mencari guru. Karena sang guru yang mau dicari ada di ruang perpustakaan yang terdapat dilantai dua maka siswa tersebut menaiki tangga menuju ke lantai dua. Entah apa yang terjadi siswa tersebut kesandung tangga dan jatuh, keningnya terbentur pinggir tangga, dan cuur darah segar mengalir dari keningnya. Dengan reflek siswa tersebut menutupi lukanya dengan tangan kirinya. Dan tanpa mengeluh siswa tersebut tetap naik ke lantai dua untuk menghadap sang guru. Sesampainya di ruang perpustakaan dan ketemu sang guru, guru mulai curiga ada apa siswa ini kok tangan kirinya menutupi kening dan di pipinya terdapat bercak darah. Kamu itu kenapa, siswa tadi menjawab tidak apa-apa pak, ditanya sekali lagi dan juga dijawab tidak apa-apa. Kemudian sang guru minta untuk tangan kirinya dilepas dari keninngnya, apa yang terjadi cuur darah segar mengalir dari keningnya, lalu sang guru ikut mendekap lukanya dan dibantu guru dan siswa lainnya untuk membersihkan lukanya kemudian dituntun ke UGD rumah sakit, yang kebetulan terdapat diseberang jalan depan sekolah. Siswa ini tanpa mengeluh walupun di UGD rumah sakit lukanya dijahit. Beberapa guru dan siswa menjenguk dan selalu bertanya bagaimana keadaanMu dan selalu dijawab tidak apa-apa. Hebat memang siswa ini tanpa mengeluh satu katapun dengan luka yang dialami. Kejadian ini berbeda 180 derajat dengan kehidupan sehari-hari. Hampir setiap hari saya sebagai guru mendengar keluhan. Baik dari kepala sekolah, guru, karyawan maupun siswa. Kepala sekolah mengeluh guru susah diajak kerja sama,pekerjaan semua ditumpukan kepada kepala sekolah, murid-murid tidak disiplin. Sedang guru mengeluh kepala sekolah yang begini- begitu, murid yang bandel, tidak sumbut, jika ulangan nilainya jelek. Karyawan mengeluh banyak pekerjaan, guru sering pulang sebelum jam 14.00 tetapi karyawan harus jam 14.00 padahal gaji guru lebih besar dari gaji karyawan. Apalagi murid yang paling banyak mengeluhnya, terlalu disiplinlah, terlalu banyak ulanganlah, gurunya killerlah kepala sekolah galak dan lain-lain. Memang kebiasaan mengeluh bukan hanya terjadi di lingkungan sekolah, dimasyarakatpun banyak yang mengeluh. Seorang pemuda mengeluh karena sulitnya minta ampun mencari pekerjaan. yang sudah bekerja juga mengeluh karena pekerjaannya tidak kunjung kelar. seorang ibu rumah tangga mengeluh karena harga-harga kebutuhan rumah tangga pada naik bahkan ada yang ganti harga ( untuk mengatakan harga barang yang naik sangat tinggi), banyak juga karyawan yang mengeluh karena gajinya tidak naik-naik. Bahkan Presidenpun pernah mengeluh gajinya juga tidak kunjung naik. Mengeluh, Apakah dengan mengeluh hati dan pikiran kita jadi lega ???..... Apakah dengan mengeluh semua yang dikeluhkan akan beres????.... Apakah dengan mengeluh orang akan membantu kita???? ... Jawabnya : TIDAK, TIDAK DAN TIDAK. Apakah dengan mengeluh malah ada yang mencemooh kita??? Apakah dengan mengeluh malah membuat kita tambah stres??? MUNGKIN JAWABNYA YA. Ada pepatah: MENGELUH HANYA MENAMBAH PENDERITAAN

Kamis, 24 November 2011

PRESIDEN MANTU

Pada Hari kamis tanggal 24 November 2011 adalah hari bahagia bagi keluarga presiden SBY dan keluarga Menteri Koordinator Perekonomian Kabinet Bersatu jilid II, Hatta Rajasa. Karena pada hari ini kedua keluarga sedang menikahkan anaknya Edie Baskoro Yudoyono ( Ibas) dengan Siti Rubi Aliya Rajasa (Aliya)di Istana Cipanas, Cianjur, Jawa Barat. Berita ini sangat populer di kalangan media, baik media cetak maupun elektonik. Hampir semua media meliputnya. Ada media yang meliput dan memberi judul pernikahan koalisi, mungkin yang dimaksud adalah pernikahan antara anak ketua pembina partai Demokrat dengan anak ketua umum Partai Amanat Nasional(PAN). Tetapi ada politikus dari PAN yang membantah bahwa pernikahan itu berbau politik.Pernikahan Ibas dan Aliya ini murni berdasarkan cinta bukan politik. Perwakilan Panitia pernikahan Sudi Silalahi menyebutkan bahwa beaya semua ditanggung keluarga kedua mempelai dan tidak sepeserpun menggunakan uang negara. Tetapi ada pertanyaan dari seorang warga negara, bukankah tempat pernikahan di Istana Cipanas?, bukankah Istana Cipanas milik negara?, apa mungkin ya bapak SBY dan bapak Hatta Rajasa menyewa Istana? Menurut Ramadhan Pohan bahwa pernikahan diadakan dengan sederhana karena hidanganya berupa makanan tradisional misalnya tahu, tempe, urap dan sate. Walaupun ada pendapat yang menyatakan ya jelas tidak serderhana.Saking besarnya acara ini bahkan rapat di DPR yang membicarakan nasib rakyat ditunda. Ironisnya sekolah di Cipanas diliburkan untuk menghormati acara pernikahan ini, bukankah pendidikan sangat penting untuk anak bangsa ini? Mengapa pendidikan dikalahkan dengan pernikahan?. Ada sekolah yang tidak diliburkan tetapi anak-anak sekolahnya harus berjalan berkilo-kilo meter untuk sampai di sekolah karena angkutan jalurnya dialihkan. Para sopir angkutjuga mengeluh karena jalurnya dialihkan maka pendapatanya berkurang padahal harus membayar setoran angkutan dan memberi makan anak dan isterinya.Apakah ya mungkin anak dan istri sopir angkot suruh puasa karena ada pernikahan putra presiden dan menteri?

Rabu, 16 November 2011

PALSU

Ada seorang kyai kondang yang menyatakan bahwa mubaligh yang asli dan yang palsu kadang honornya lebih besar yang palsu. Memang banyak yang demikian terjadi. Coba rumput asli dan yang palsu yang biasa digunakan pada lapangan sepak bola pasti mahal yang palsu. makanya banyak siswa pada ajang SEA Games yang diadakan di Jakarta dan palembang lebih memilih suporter palsu dari pada suporter beneran.Suporter palsu (bayaran) memang dibayar oleh negara yang menyewanya, tetapi suporter asli malah membayar. Mungkin suporter Asli Hanya satu alasan menjadi suporter yaitu rasa Nasionalisme. Memang sangat ironis pemerintah meliburkan siswa hanya untuk menjadi suporter palsu, Padahal kondisi pendidikan kita saat ini masih memprihatinkan. Tetapi yakinlah asli tetap asli dan tidak akan berubah seperti emas asli yang selalu dicari orang.

Kamis, 06 Oktober 2011

Bapak dan Simbok

Aku anak kelima dari lima bersaudara, dilahirkan di sebuah dusun nun jauh disana. Di Klaten, tepatnya Klaten kemringet, perbatasan dengan kabupaten Sukoharjo dan dekat dengan Kabupaten Wonogiri. Bahkan temanku dari kota Semarang waktu datang ke rumahku, sempat tanya " iki ya masih Indonesia?" Jawabku ya jelas masih, sini wilayah Indonesia yang berbatasan dengan Irak, jawabku ngawur saja.
Ini menunjukkan bahwa tempat asalku dari sebuah desa yang jauh dari kota dan kehidupan keluargaku sangat kekurangan.Bapakku Petani gurem yang hanya punya 3 petak sawah, itupun sering digadaikan untuk membiayai sekolah anaknya. Simbokku seorang pembuat dan sekaligus menjual tempe.
Aku sangat ingat betul masa kecilku bersama keluarga, karena aku anak yang paling kecil (ragil begitu panggilanku dirumah), aku hidup dimanjakan dibanding dengan saudara-saudaraku (manja dalam kekurangan). Jika ada pembagian makanan misalnya, aku selalu diberi lebih oleh mbokku (begitu aku menyebut ibuku). Ada kejadian yang tidak dapat saya lupakan setiap datang musim kemarau atau awal musim penghujan, Persediaan beras menipis, (sangat ironis petani kok tidak punya beras,tetapi itu kenyataan) keluargaku selalu mengganti nasi dengan tiwul. Tetapi mbokku selalu menyisihkan sedikit beras untukku, Mbokku selalu menanak sedikit nasi dan tiwul, lha jatah saya dipiring bagian bawah diberi nasi dan atasnya diberi tiwul,sedang kakak-kakaku tiwul semua (waktu itu makan dijatah 1 piring).
Bapak simbokku bekerja membanting tulang untuk kelima anaknya, memang yang paling berat untuk membiayai anak-anaknya sekolah. Kenyataannya anak-anaknya sekarang sudah berkeluarga semua dan hidupnya lebih layak,walaupun tidak kaya. Itulah perjuangan bapak simbokku untuk anak-anaknya.
Sekarang bapak simbokku sudah tua renta, bapak berumur 80 tahun dan simbok berumur 73 tahun. Bapak pendengarannya sudah terganggu dan simbok yang terganggu penglihatannya. Bapak dan simbok hidup berdua dirumah yang dulu kita tingaali bersama. Hanya kadang kita berkumpul di rumah itu, waktu lebaran atau natal. Kalau berkumpul anak dan cucunya berjumlah 21, bapak simbokku merasa bahagia walaupun dengan pendengaran dan penglihatan berkurang. Aku sebagai anaknya meras trenyuh melihat itu semua. Bapak dan simbok tidak mengeluh bahkan selalu bersyukur walaupun dalam keadaan seperti itu. Apa yang dapat kulakukan untuk Bapak Simbokku??

Rabu, 07 September 2011

INSTAN

Apa yang tidak dapat dilakukan dengan cepat pada saat ini? hampir semua bisa dicapai dengan instan. Makanan instan ada dimana-mana, murah lagi. Bimbingan belajar menawarkan cara cepat dari membaca cepat, menghadapi tes maupun ujian dengan memberi garansi uang kembali jika target tidak tercapai. Mengurus surat-surat di kantor pemerintahan juga bisa dibuat cepat. Saya punya pengalaman sewaktu mau memperpanjang SIM, saya menghadap petugas yang memakai seragam dan petugas itu menawari mau naik kereta ekonomi atau ekspres pak?? " Maksudnya apa pak " jawab saya pura-pura bloon (padahal wajahnya ya bloon betul). Kalau ekonomi lama tetapi kalau ekspres cepat tetapi tahu sendiri ongkosnya berbeda, jawab petugas tadi.

Dari hal itulah saya berpikir bahwa sekarang banyak hal yang dilakukan secara instan, tetapi untuk menjadi ahli harus melalui proses. Proses kehidupan inilah yang akhirnya membentuk karakter kita sehingga makin hari hidup kita makin sempurna.

Sabtu, 06 Agustus 2011

BEDA

Pada saat aku masuk akan mengajar disuatu kelas, kok kelasnya agak gelap, pikirku, ternyata gorden jendela masih ditutup. Karena saya merasa gelap padahal diluar terik matahari sangat terang, maka saya minta gorden jendela di buka, "jangan pak!!!" jawaban serempak hampir semua siswa berteriak. Saya penasaran sebetulnya ada apa tho???
Akhirnya saya putuskan untuk menyibak sedikit gorden jendela supaya bisa melihat keluar, setelah gorden saya sibak sedikit dan melihat keluar, ada salah satu siswa yang berteriak, " Pak guru porno", setelah saya melihat sebentar keluar kelas gorden saya tutup kembali. OOO itu yang dianggap porno oleh anak-anak, ternyata diluar ada jemuran pakaian dan maaf ada juga pakaian dalam.
Sebenarnya bagi saya melihat seperti itu sudah biasa karena saya tinggal di perumahan yang tipenya kecil-kecil sehingga tiap hari kalau menjemur pakaian di pinggir gang depan rumah.
Saya baru sadar ternyata sesuatu yang sama dapat dimaknai lain oleh orang yang berbeda.
Kita memang diciptakan Tuhan berbeda adanya, tetapi dengan berbeda kita akan hidup serasi, bagai gelas dan tutupnya.

IRIT atau PELIT

Ada teman yang mengatakan irit dengan pelit itu berdekatan atau batasnya tipis, orang yang irit cenderung pelit. Menurut saya irit lebih pada diri sendiri, sedangkan pelit berhubungan dengan orang lain.
Hidup irit boleh dikatakan hidup sederhana, bersahaja, tidak berlebihan. Misalnya kita pergi kekantor dapat ditempuh dengan jalan kaki dan tidakk ada halangan yang berarti maka tidak usah pakai mobil walaupun kita punya. Kita masih bisa mengguanakan kertas yang sebaliknya kosong maka kertas tersebut jangan dibuang.
Kalau pelit, misalnya ada pengemis yang membutuhkan dan minta kepada kita, kita jawab tidak punya padahal punya.
Kalau orang tua mendaftarkan anaknya ke sekolah baru dan berpura-pura jadi orang miskin padahal kaya, pelit itu namanya. Jika uang sekolah anaknya naik, misalnya 10 ribu rupiah per bulan padahal ini sudah sesuai dengan kebutuhan di sekolah, orang tua protes. Sementara orang tua untuk membeli rokok meningkat 50 ribu per bulan, bisa beli atau orang tua males nganter anaknya ke sekolah dan disuruh naik becak pulang pergi 8 ribu rupiah per hari, juga bisa bayar, orang ini juga pelit.
Bisa saja kita hidup irit tapi tidak pelit.

Bahasa Jawa

Pada tanggal 6 Juni 2011 saya mendapat tugas mengawasi ulangan kenaikan kelas (UKK) kelas VII dan VIII mata pelajaran bahasa Jawa. Mata pelajaran bahasa Jawa yang merupakan muatan lokal propinsi Jawa Tengah dirasakan cukup berat oleh sebagian siswa, maklum saja anak-anak ini berasal dari luar Jawa Tengah dan Daerah istimewa Yogyakarta yang pada waktu sekolah di SD tidak ada bahasa Jawa.
Sebagian besar dari anak diluar Jawa Tengah dan DIY ini ogah-ogahan, males dan tidak punya semangat. Bahkan ada yang waktunya baru berjalan 15 menit dari 90 menit yang disediakan sudah tidur-tiduran. Tetapi ada satu siswi yang mungkin berasal dari daerah Indonesia timur ( dilihat dari kulit dan rambutnya) saya lihat berusaha dengan keras sampai waktunya kurang dari 10 menit menjelang 90 menit.
Saya mendekati siswa tersebut dan saya coba lihat hasil pekerjaannya dan juga saya lihat soalnya ternyata jawabannya banyak yang benar, menurut saya ( saya bukan guru bahasa Jawa, tetapi saya orang Jawa dan keseharian berbahasa Jawa )
Setelah bel tanda waktu mengerjakan habis saya tanya kepada siswi tersebut, bisa tidak mbak?? jawabnya : "yang penting berusaha pak", masalah hasil dipikirkan belakangan. Sungguh jawaban yang hebat, pikirku. Bukankah dalam hidup ini yang penting berusaha??. Masalah hasil, memang harapanya baik, tetapi kalau hasilnya tidak baik itu sebagai pengalaman dan kita harus mawas diri serta berusaha lagi.
Sebagai manusia sebaiknya kita berusaha dan mempunyai harapan, tetapi hasil apapun patut kita syukuri dan diambil hikmahnya dan selalu pasrah pada Tuhan.