Senin, 13 April 2009

Persiapan 1

PERSIAPAN OLIMPIADE
matematika SMP


Kerjakan dengan lengkap dan jelas!
1. Amir membawa uang 3 lembar yang diambil dari uang Rp 5 ribu, Rp 10 ribu, dan Rp 50 ribu. Tentukan kemungkinan jumlah uang yang dibawa Amir.
2. Berapa banyak bilangan yang lebih besar dar 5600 dan di buat dari angka 2, 5, 6, dan 9
3. Berapa banyak bilangan yang habis dibagi 5 dan di buat dari angka 2, 5, 6, 9, jika angka tidak boleh berulang.
4. Pada suatu rawa terdapat kambing dan bebek. Dari udara dapat dihitung jumlah kepalanya sebanyak 80 dan kakinya sebanyak 246. Hitunglah jumlah masing-masing kambing dan bebek.
5. Harga karcis untuk orang dewasa Rp 6.000 dan harga karcis untuk anak Rp 4.000. Tuti dapat menjual 13 tiket dan memperoleh uang Rp 66.000, berapa jumlah tiket dewasa dan tiket anak yang terjual?
6. Suatu toko sepeda (roda dua) dan becak (roda tiga) menerima 27 sadel (tempat duduk) dan 60 roda. Hitunglah jumlah sepeda dan becak.
7. Amir, Budi, Cici, Dodi dan Erna mengikuti pemilihan walikota. Amir mendapat suara 2000 lebih banyak dari Budi dan 4000 kurangnya dari Cici. Erna mendapat 2000 suara kurang dari Dodi dan 5000 suara lebih banyak dari Budi. Tentukan urutan perolehan suara mereka.
8. Berapa banyak jalan berbeda dan turun dari titik A ke titik B.



9. Tentukan suku (urutan) ke 40 dari pola bilangan 1, 4, 7, 10, … .
10. Tetukan suku (urutan) ke 20 dari barisan 1, 5, 12, 22, … .
11. Pilihlah bilangan bulat dari 1 sampai dengan 50 yang mempunyai faktor sebanyak bilangan ganjil. Sebagai contoh : faktor dari 15 adalah 1, 3, 5, 15 dengan demikian 15 mempunyai faktor sebagai bilangan genap yaitu 4.
12. Carilah jumlahnya 1 + 5 + 9 + 13 + … + 97.
13. Sudut terbesar dari suatu segitiga adalah 9 kali sudut terkecil. Sudut ketiga sama dengan selisih sudut terbesar dan terkecil. Hitunglah sudut-sudut segitiga tersebut.
14. Tulislah semua susunan empat huruf yang dapat dibuat dari huruf pada kata S O L O.
15. Saya adalah bilangan. Dua kali saya dan kemudian ditambah 12 memberikan nilai 50. Berapakah saya.
16. Diketahui bilangan 3592. Tentukan banyaknya pembagi dari bilangan tersebut, termasuk 1 dan 3592.
17. Dari 450 siswa di sekolah, 193 membaca majalah sain dan 200 membaca koran, 80 tidak membaca majalah sain dan koran. Hitunglah yang membaca majalah dan koran.

Senin, 02 Maret 2009

Dimana Kau temanku Alumni SMA N Cawas Klaten th. 1991

Hai kau teman lamaku, Kau sekarang dimana????
Yudi, Amanto dan Kawur Kau sekarang tinggal dimana???
kabar terakhir yang aku dapat, konon katanya Yudi sudah jadi pejabat di dinas apa gitu di Jakarta, Amanto Jadi dosen di daerah sumatra dan apakah kawur masih jadi pemain sepak bola??? Yang terakhir ini mungkin sudah ketuaaan kalau jadi pemain sepak bola. Hai teman-temanku masih ingatkah kala kita jalan-jalan menyusuri pantai selatan, mulai dari pantai Baron, Kukup, Drini dan Krakal, berhari-nari minum air mentah. Ingat juga tho si Amanto itu baru naik angkot saja sudah mabuk, giliran jalan paling depan, Dasar orang gunung. sudah 18 tahun tidak ketemu he he... Mbok kapan-lapan kita ketemu dan jalan-jalan lagi. Tolong dong hubungi aku dan kasih alamatnya. Selamat berjuang merdeka.

Sabtu, 14 Februari 2009

HaPPy ValEnTine

Hukum di dunia dibagi menjadi 3 tingkatan:
1. Hukum Rimba : Siapa yang kuat dia yang menang
2. Hukum keadilan : Siapa yang melakukan kebaikan akan mendapat ganjaran/imbalan atau hadiah dan siapa yang melakukan kesalahan akan mendapat hukuman atau sanksi sesuai dengan perbuatannya.
3. Hukum cinta kasih : Manusia yang mau memberikan haknya kepada orang lain tanpa menuntut apapun.
Jadi Hukum yang tertinggi di dunia adalah hukum cinta kasih.
Selamat hari kasih sayang.

Jumat, 02 Januari 2009

SeLaMAt NaTaL 2008 dAn TaHUn BaRu 2009

Tanggal 24 Desember 2008 atau malam Natal 2008 puluhan SMS masuk yang semua isinya mengucapkan SeLaMAt NaTaL 2008 dAn TaHUn BaRu 2009.
SMS tersebut diantaranya:

Sarung bantal kain bludru
Selamat natal dan tahun baru
Gulai usus sambel ati
Gusti Yesus memberkati

Sego liwet diciduk nganggo irus
Yen pengin slmet nderek gusti Yesus

Satu kasih dalam kehidupan
satu renungan dalam jiwa
satu tujuan dalam perjalanan
satu harapan menuju kebahagiaan
SELAMAT NATAL Tuhan memberkati

Sesarengan para pangon ngidung kamulyan
awit sang nata rawuh ngasta kabingahan
Sugeng NATAL lan Warsa Enggal

Jangkeping lampah, asring tinimpahan cidra,
kirang trapsilaning atur lan solah bawa, adamel gerahing manah,
lumantar serat cekak puniko, kulo sakeluargo ngaturaken Sugeng Natal lan warsa
Enggal

Hari ini malam telah menutup mata,
seruan angin mulai berdentuman dan selubung tebal telah luruh dari langit.
Selamat hari natal semoga Tuhan memberkati

Kumandanging kidung-kidung natal agawe tentrem jiwa saha donya.
SUGENG NATAL LAN WARSA ENGGAL

Merry christmas and happy new year,
May Jesus bless us all

Ngaturaken sugeng natal.
Mugi gusti Yesus ingkang sampun karsa rawuh tansah jumeneng nata ing manah kita
sadaya. Berkah dalem Gusti manunggala.

Dunia memberi ratusan alasan untuk kecewa, marah, mengangis dan sakit hati.
Tetapi kelahiran Yesus memberi jutaan alasan untuk tersenyum penuh kasih.
Selamat natal/

Makna tahun baru adalah kehidupan baru
Evolusi baru
Aktivitas baru
Wawasan baru
Ide Baru
Semangat baru
HAPPY NEW YEAR

Jumat, 28 November 2008

Ziarah ke PUH SARANG


Puh Sarang Kediri Jawa Timur ternyata tempat peziarah yang sangat mengaggumkan. Tempatnya luas, udara sejuk, banyak tumbuhan, alami dan sangat mendukung untuk berdoa. Warga sekitarnya ramah dan banyak asessoris yang beraneka macam dan yang jelas harganya juga tidak mahal. Yang tidak bisa ketinggalan pasti tahunya yang rasanya "mak nyus".

Rabu, 12 November 2008

PENDIDIKAN ANTI KEKERASAN

PENDIDIKAN ANTI KEKERASAN

Hampir setiap hari kejadian kekerasan ditayangkan di media masa, baik di media masa elektronik maupun media cetak. Kekerasan terjadi mulai dari lapangan sepak bola, yang seharusnya menjunjung tinggi sportivitas, kekerasan antar kelompok mahasiswa, yang seharusnya menjadi agen perubahan sampai kekerasan pada pemilihan kepala daerah yang seharusnya menjadi ajang pendidikan demokrasi. Pada pertandingan sepak bola, misalnya tidak puas dengan kepemimpinan wasit, para penonton, official bahkan manajer tim mengejar, memukul, menendang dan melempari wasit. Pada Pilkada juga demikian, calonnya kalah maka pendukungnya mengamuk, melempari kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU). Yang lebih menyedihkan kekerasan terjadi juga pada para penganut agama dan kepercayaan, jika ada pandangan yang berbeda langsung diserang. Yang menjadi kurban kekerasan biasanya orang kecil dan kaum minoritas.
Pepetah kuno orang latin mengatakan ”homo homini lupus est” manusia adalah srigala bagi yang lain. Demi mempertahankan dirinya, gensinya, kelompoknya atau ideologinya, manusia rela memangsa orang lain dengan intimidasi, kekerasan, perusakan bahkan pembunuhan. Membentak, mencaci maki martabat orang lain, merampas, merusak, menganiaya bahkan membunuh sudah menjadi berita sehari-hari yang kelihatanya tidak ada habis-habisnya, seperti benang ruwet yang sulit diuraikan lagi. Kekerasan dan kekerasan selalu berulang-ulang silih berganti tiada henti. Apakah bangsa kita akan terjerumus dalam kehidupan seperti ini ? bagaimana cara mengatasi?
Mungkin para pendiri bangsa Indonesia ini pada menangis jika melihat rakyatnya saling mencaci, memukul, menendang , menganiaya bahkan membunuh. Dengan pancasila sebenarnya para pendiri bangsa menginginkan persatuan dan kesatuan walaupun berbeda. Bahkan keinginan menyatukan bangsa ini sudah dimulai dari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Bertanah air satu tanah air Indonesia, Berbangsa satu bangsa Indonesia dan menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia. Kita semuanya menyadari bahwa rakyat Indonesia itu berbeda, perbedaan ini adalah kenyataan, tidak ada yang dapat menyangkal. Berbeda suku, berbeda bahasa, berbeda warna kulit, berbeda adat dan berbeda agama. Yang menjadi masalah bagaimana kita hidup bersama dalam keragaman ini. Bukan tidak mungkin, hidup bersama dalam keragaman dapat dilakukan, hidup bersama, bergotong-royong, saling menghormati sudah dilakukan oleh kakek nenek kita di pedesaan.
Kita harus selalu optimis untuk memperbaiki kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Kita harus wujudkan cita-cita pendiri bangsa yang menghendaki rakyat Indonesia hidup rukun berdampingan. Tetapi kita juga harus menyadari bahwa masyarakat di Indonesia itu beragam. Memperbaiki kehidupan bermasyarakat ini harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, sekolah atau kelompok-kelompok yang ada di masyarakat. Pendidikan merupakan sarana yang efektif untuk memperbaiki kondisi sekarang ini. Pendidikan adalah suatu pembiasaan terus menerus yang berkelanjutan. Pembiasaan hidup bersama, saling menghormati dan bergotong royong dalam komunitas yang beragam akan membentuk karakter rakyat yang kemudian akan membentuk karakter bangsa. Pendidikan dapat dimulai dari keluarga. Anak-anak dibiasakan dalam kehidupan yang mau menerima perbedaan tetapi tetap saling menghormati. Orang tua seharusnya tidak selalu menuntut hal yang sama antara anak yang satu dengan yang lain.
Di sekolah siswa-siswa juga harus dibiasakan hidup bersama dalam keragaman. Antara siswa yang satu dengan yang lain harus dipahami sebagai manusia yang unik, sehingga tidak semua hal harus diseragamkan. Semua keragaman yang ada pada siswa harus diakomodir oleh sekolah, walaupun hanya sedikit. Kerangka berpikirnya bukan karena banyak atau sedikit, tetapi baik atau tidak. Peraturan sekolah sebaiknya digunakan untuk kehidupan bersama supaya menjadi lebih baik, bukan untuk kepentingan sekolah atau yang mayoritas.
Keteladanan juga merupakan hal yang penting dalam membangun hidup bersama. Keteladanan dari orang dewasa, orang tua, guru, tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemimpin akan sangat mempengaruhi kehidupan anak-anak bangsa ini. Pepatah Jawa mengatakan “Kacang mangsa ninggalo lanjaran” yang artinya perbuatan seorang anak tidak akan jauh berbeda dengan orang tuanya. Yang tidak kalah pentingnya dalam memperbaiki kehidupan ini adalah penegakan hukum. Karena tanpa hukum maka bangsa kita akan kembali lagi pada hukum rimba, hukum yang saling memangsa.
Sekali lagi untuk memperbaiki kehidupan masyarakat kita supaya hidup rukun dan damai beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain : pertama, melalui pendidikan baik di keluarga, sekolah dan masyarakat, kedua, Keteladanan dan ketiga, penegakan hukum. Semoga bangsa kita menjadi bangsa yang santun, arif dan tidak ada lagi ancam-mengacam, serang-menyerang, lempar-melempar dan bunuh-membunuh.

Penulis
B.S Subekti
Guru SMP Marganingsih Muntilan

Sabtu, 18 Oktober 2008

7 KIAT SUKSES BELAJAR MATEMATIKA

1. Cintailah

Cintailah apa saja yang berhubungan dengan matematika : bukunya, alat perganya, gurunya dan lain-lain. Karena dengan mencintai akan berusaha selalu dekat dan mengenal lebih dalam tentang matematika.

2. Belajarlah dengan continue

Belajarlah matematika secara terus menerus, setapak demi setapak jangan mudah putus asa. Usahakan jangan ada materi yang sampai tidak bias, supaya tidak menghambat jika digunakan sebagai prasyarat pada materi berikutnya.

3. Sabar dan jangan ingin cepat hasilnya

Belajar matematika harus dengan sabar, dan proses menjadi hal yang utama, jangan hasilnya.

4. Kuasai berhitung

Berhitung adalah sarana utama untuk menyelesaikan persoalan matematika dan jangan biasakan menghitung memakai alat elekronik

5. Gunakan proses berpikir yang logis dan kreatif

Jangan selalu meniru cara-cara yang sudah ada, tetapi cobalah berpikir dan temukan caranya sendiri dengan logis dan kreatif.

6. Berlatih

Berlatih dan berlatih terus sampai betul-betul paham karena daya juang akan menentukan keberhasilan.

7. Bertanyalah

Segera bertanya kalau menghadapi kesulitan

Selamat mencoba, semoga Matematika menjadi sahabat Anda, bukan momok bagi Anda