tidak akan berhenti berjalan sebelum sampai ketempat semula (tidak akan mati sebelum ajal menjemput)
Jumat, 03 Juni 2011
Bener tapi Kurang Ajar
Pada suatu saat saya pulang sekolah jalan kaki, tidak seperti biasa saya naik sepeda motor. Ditrotoar dekat sekolah ketemu dengan beberapa siswaku, karena melihat gurunya mereka langsung mendekat dan memberi salam. Selamat siang pak, satu-persatu bersalaman dan saya mengatakan selamat siang. Setelah selesai bersalaman seorang siswa diantara mereka bertanya pada saya " kok jalan pak? Iyo he arep mbrangkang isin jawabku dengan logat jawa yang medhok. Siswa yang bertanya tadi kaget dan terdiam sementara teman yang lain tertawa ngakak. Setelah itu saya melanjutkan perjalanan dan tak pikir-pikir aku kurang ajar, tetapi memang aku benar, arep mbrangkang isin (akan merangkak malu). Saya terus ingat kata-kata pendampingku waktu jadi mahasiswa " Semua kebenaran tidak harus dikatakan, tetapi apa yang dikatakan harus suatu kebenaran.
Rabu, 01 Juni 2011
PANCASILA
Tanggal 1 Juni adalah hari kelahiran Pancasila. Sungguh ide yang cemerlang dari Bapak-bapak pendiri bangsa yang menetapkan pancasila sebagai Dasar Negara.Pancasila memang tidak hanya dimengerti tetapi nilai-nilainya harus dilaksanakan dalam kehidupan di masyarakat. Misalnya kehidupan yang didasari nilai-nilai Pancasila di pelosok tanah kelahiran saya. Rata-rata yang tinggal di tempat kelahiran saya adalah orang-orang tua yang tidak banyak mengeyam pendidikan formal. Anak-anak muda yang relatif berpendidikan rata-rata merantau diluar daerah. Kehidupan di daerah itu sungguh-sungguh bedasarkan nilai-nilai Pancasila, walaupun secara teori warga tidak banyak memahami Pancasila juga tidak tahu Pancasila lahir tanggal berapa.
Semua warga mempunyai keyakinan kepada Tuhan walaupun agama dan kepercayaanya berbeda-beda. Pada saat membangun Masjid dikerjakan secara bergotong royong baik penganut Islam maupun penganut yang lain, bahkan Panitia Pembangunan Masjid tersebut ada orang yang non muslim, begitu juga waktu membangun Kapel tempat ibadah orang Katolik. Hubungan warga satu dengan lainnya saling menghormati dan mendukung.
Warga juga bersatu dalam menghadapi berbagai masalah,Musyawarah berlangsung lancar dan beretika saling menghormati pendapat yang berbeda, keadilan juga sangat dijunjung tinggi didaerah itu.
Cerita ini sangat kontras sekali dengan kejadian secara umum di negara kita yang selalu diberitakan oleh media.Beda keyakinan diserang dan dihancurkan, berapa nyawa, fasilitas umum, rumah ibadah atas nama keyakinan dimusnahkan?. Berapa warga kecil yang dizalimi karena dituduh melakukan tindakan pidana? Berapa pejabat dan mantan pejabat yang bebas berlenggang plesiran keluar negeri walaupun sudah diputus salah oleh pengadilan karena korupsi?. Banyak kasus karena perbedaan akhirnya tidak kompak mencari penyelesaikan untuk kepetingan bangsa misalnya kasus PSSI, entah untuk kepentingan siapa.
Musyawarah di DPR yang menjadi tolok ukurnya demokrasi bangsa ini juga carut marut. Keadilan bagi warga yang miskin, tersingkir, terlupakan dan difabel dibajak oleh oknum-uknum penguasa.
Marilah Pancasila ini kita gunakan sebagai pijakan dalam bertindak dari rakyat biasa sampai pejabat-pejabat negara. Yakinlah bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang damai, sejahtera dan akan menjadi bangsa yang besar didunia.
Semua warga mempunyai keyakinan kepada Tuhan walaupun agama dan kepercayaanya berbeda-beda. Pada saat membangun Masjid dikerjakan secara bergotong royong baik penganut Islam maupun penganut yang lain, bahkan Panitia Pembangunan Masjid tersebut ada orang yang non muslim, begitu juga waktu membangun Kapel tempat ibadah orang Katolik. Hubungan warga satu dengan lainnya saling menghormati dan mendukung.
Warga juga bersatu dalam menghadapi berbagai masalah,Musyawarah berlangsung lancar dan beretika saling menghormati pendapat yang berbeda, keadilan juga sangat dijunjung tinggi didaerah itu.
Cerita ini sangat kontras sekali dengan kejadian secara umum di negara kita yang selalu diberitakan oleh media.Beda keyakinan diserang dan dihancurkan, berapa nyawa, fasilitas umum, rumah ibadah atas nama keyakinan dimusnahkan?. Berapa warga kecil yang dizalimi karena dituduh melakukan tindakan pidana? Berapa pejabat dan mantan pejabat yang bebas berlenggang plesiran keluar negeri walaupun sudah diputus salah oleh pengadilan karena korupsi?. Banyak kasus karena perbedaan akhirnya tidak kompak mencari penyelesaikan untuk kepetingan bangsa misalnya kasus PSSI, entah untuk kepentingan siapa.
Musyawarah di DPR yang menjadi tolok ukurnya demokrasi bangsa ini juga carut marut. Keadilan bagi warga yang miskin, tersingkir, terlupakan dan difabel dibajak oleh oknum-uknum penguasa.
Marilah Pancasila ini kita gunakan sebagai pijakan dalam bertindak dari rakyat biasa sampai pejabat-pejabat negara. Yakinlah bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang damai, sejahtera dan akan menjadi bangsa yang besar didunia.
KINI DAN DISINI
Banyak anak/siswa yang tidak tahu atau belum tahu waktu dan tempat untuk berbuat apa. Ada siswa yang sedang apel pagi malah belajar begitu sebaliknya kalau diberi kesempatan belajar sendiri baik di dalam maupun di luar kelas malah tidak belajar dengan baik ( ada yang cerita bahkan mainan. Kejadian seperti ini selalu di ingatkan tetapi juga selalu diulangi.
Jika waktu kapan dan tempat di mana harus melakukan apa tidak diperhatikan, maka akan menjadi orang sibuk yang tidak pernah habis kegiatannya dan menjadi tegang dan streeees.
Menjadi orang yang tidak merencanakan kegiatan dengan waktu dan tempatnya, hanya melakukan hal-hal yang mendadak. Padahal ada pepatah " Hanya orang gila yang bekerja tanpa rencana".
Sebaiknya anak/siswa diajari merencana kegiatan seperti yang dituliskan oleh Stephen R. Covey dalam bukunya Seven Habbits yang menyatakan kita harus bekerja di kuadran III maksudnya adalah membuat rencana kegiatan yang penting tetapi tidak mendadak.
Jika waktu kapan dan tempat di mana harus melakukan apa tidak diperhatikan, maka akan menjadi orang sibuk yang tidak pernah habis kegiatannya dan menjadi tegang dan streeees.
Menjadi orang yang tidak merencanakan kegiatan dengan waktu dan tempatnya, hanya melakukan hal-hal yang mendadak. Padahal ada pepatah " Hanya orang gila yang bekerja tanpa rencana".
Sebaiknya anak/siswa diajari merencana kegiatan seperti yang dituliskan oleh Stephen R. Covey dalam bukunya Seven Habbits yang menyatakan kita harus bekerja di kuadran III maksudnya adalah membuat rencana kegiatan yang penting tetapi tidak mendadak.
KRESEKISME
Menurut pak Budi Windarto paham kresekisme melanda masyarakat kita termasuk di sekolah, anak sekolah atau siswa kalau sedang apel pagi pasti terdengar suara disana-sini, tidak bisa diam mendengarkan yang disampaikan baik oleh temannya sendiri atau dari bapak ibu gurunya. Andaikan siswa yang berbicara atau bercerita terus dengan temannya yang dekat diminta untuk maju dan berbicara didepan teman-temannya maka tidak dapat berbunyi (ora sumbut) beraninya bicara dibalik masa kalau didepan masa tidak berani alias kucir.
Kresek adalah tas plastik yang ringan jika di pegang berbunyi kresek-kresek ( kedengaran bunyi tetapi tidak jelas apa maksudnya). Kresekisme hampir sama dengan suara gelombang radio yang tidak pas sehingga berbunyi tetapi tidak jelas bunyinya apa.
Dimasyarakat kita memang banyak penganut kresekisme, coba amati saja kegiatan arisan ibu-ibu, pertemuan RT bapak-bapak, pertemuan desa bahkan sampai rapat DPR.
Pendidikan mempunyai andil untuk membasmi paham kresekisme, atau paling tidak mengurangi. Siswa banyak diberi kesempatan berbicara didepan umum ( public speaking) misalnya : menyiapkan apel pagi, memberi renungan, menyampaikan hasil diskusi didepan kelas dan lain-lain. Tidak kalah pentingnya guru, orang tua dan orang dewasa memberikan teladan kepada anak.
Kresek adalah tas plastik yang ringan jika di pegang berbunyi kresek-kresek ( kedengaran bunyi tetapi tidak jelas apa maksudnya). Kresekisme hampir sama dengan suara gelombang radio yang tidak pas sehingga berbunyi tetapi tidak jelas bunyinya apa.
Dimasyarakat kita memang banyak penganut kresekisme, coba amati saja kegiatan arisan ibu-ibu, pertemuan RT bapak-bapak, pertemuan desa bahkan sampai rapat DPR.
Pendidikan mempunyai andil untuk membasmi paham kresekisme, atau paling tidak mengurangi. Siswa banyak diberi kesempatan berbicara didepan umum ( public speaking) misalnya : menyiapkan apel pagi, memberi renungan, menyampaikan hasil diskusi didepan kelas dan lain-lain. Tidak kalah pentingnya guru, orang tua dan orang dewasa memberikan teladan kepada anak.
Minggu, 22 Mei 2011
Kisruh kongres PSSI, Kado Busuk Bangsa
Menurut Walikota Yogyakarta Herry Zudianto yang juga ketua Dewan Pembina PSIM Yogya menyatakan kegagalan kongres PSSI menjadi kado busuk bagi Bangsa Indonesia di hari Kebangkitan Nasional yang ke 103.
Masih menurut Herry Kegagalan itu menunjukkan bahwa kita sebagai bangsa kehilangan orientasi kebangsaan, kehilangan kepemimpinan yang mampu merajut kebersamaan cita-cita. Ini merupakan prestasi yang memalukan dan menjadi kado busuk bagi bangsa Indonesia di hari Kebangkitan Nasional. ( Kedaulatan Rakyat, Minggu Kliwon 22 Mei 2011).
Saya sendiri yang rakyat bawah pecinta sepak bola tidak habis pikir uang 2M hanya digunakan untuk pertunjukan interupsi, tunjuk jari, teriak, memaki dan saling menyalahkan. Logika sederhana saja tidak bisa menerima semua yang ikut kongres menyatakan akan membangun sepakbola Indonesia, ttapi kelakuannya seperti itu. BETUL kata pak walikota Yogya seperti anak-anak TK.
Jangan renggut kebanggaan rakyat Indonesia akan sepak bola, karena banyak pemimpin bangsa yang tidak bisa dibanggakan.
Tidak peduli kelompok 78, kelompok nurdin halid atau kelompok setanpun kalau mau menghancurkan sepak bola Indonesia musuhnya rakyat Indonesia. HIDUP SEPAK BOLA.
Masih menurut Herry Kegagalan itu menunjukkan bahwa kita sebagai bangsa kehilangan orientasi kebangsaan, kehilangan kepemimpinan yang mampu merajut kebersamaan cita-cita. Ini merupakan prestasi yang memalukan dan menjadi kado busuk bagi bangsa Indonesia di hari Kebangkitan Nasional. ( Kedaulatan Rakyat, Minggu Kliwon 22 Mei 2011).
Saya sendiri yang rakyat bawah pecinta sepak bola tidak habis pikir uang 2M hanya digunakan untuk pertunjukan interupsi, tunjuk jari, teriak, memaki dan saling menyalahkan. Logika sederhana saja tidak bisa menerima semua yang ikut kongres menyatakan akan membangun sepakbola Indonesia, ttapi kelakuannya seperti itu. BETUL kata pak walikota Yogya seperti anak-anak TK.
Jangan renggut kebanggaan rakyat Indonesia akan sepak bola, karena banyak pemimpin bangsa yang tidak bisa dibanggakan.
Tidak peduli kelompok 78, kelompok nurdin halid atau kelompok setanpun kalau mau menghancurkan sepak bola Indonesia musuhnya rakyat Indonesia. HIDUP SEPAK BOLA.
Kamis, 19 Mei 2011
Bangkit Bersama
Tanggal 20 Mei 2011 diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional, kita sebagai anak bangsa Indonesia harus bangkit dari keterpurukan.Sebagai anak bangsa memang kita resah dengan kejadian-kejadian di republik ini. Berita tentang teroris, bom dimana-mana, NII, korupsi di lembaga-lembaga pemerintahan, amuk masa, orang kecil selalu menjadi sasaran ketidak adilan. Tetapi kita sebagai anak bangsa harus bangkit supaya bangsa kita yang kaya sumber alam ini menjadi bangsa yang besar dan dapat bersaing dengan bangsa-bangsa yang maju di dunia.
Rabu, 22 Desember 2010
Selamat Hari Ibu
Pada tanggal 22 Desember 2010 diperingati sebagai hari ibu. Ibu memang orang yang paling berjasa dalam hidup kita. SELAMAT HARI IBU.
Ada yang memperingati dengan cara bapak-bapak mencuci pakaian secara massal, ibu-ibu lomba dayung dan lain-lain.
Ada yang memperingati dengan cara bapak-bapak mencuci pakaian secara massal, ibu-ibu lomba dayung dan lain-lain.
Langganan:
Postingan (Atom)