Minggu, 03 Juni 2012

KELULUSAN

Tanggal 26 Mei 2012 adalah hari yang ditunggu- tunggu siswa kelas 12 SMA dan sederajat, karena tanggal itulah pengumuman kelulusan, begitu juga tanggal 2 Juni 2012 bagi siswa SMP dan Sederajat.
Berbagai ekspresi muncul  untuk memaknai kelulusan tersebut, ada yang meluapkan kegembiraan dengan doa bersama, ada yang sujud syukur dan dilanjutkan mengucapkan terimakasih kepada guru-gurunya tapi juga ada yang pawai menggunakan motor di jalan raya. 
Luapan kegembiraan yang terakhir ini  kadang meresahkan masyarakat, berpawai dengan pakaian  dicorat coret, berkendaraan dengan tidak mematuhi peraturan lalu lintas, membahayakan pengguna jalan yang lain bahkan ada yang tawuran antar kelompok siswa.
Memang suatu kejadian yang menggembirakan perlu dimaknai sebagai ungkapan syukur tetapi ungkapan itu seharusnya yang baik, bisa jadi pangalaman yang dapat dikenang sepanjang hayat, dan mestinya tidak menggangu orang lain.

Kamis, 08 Desember 2011

ANTRI

Seperti biasa setiap pagi kira-kira jam 05.00, aku jalan-jalan pagi disekitar perumahan yang aku tinggali. suatu pagi waktu jalan-jalan aku melihat bebek yang berbaris dengan rapi di pematang sawah digiring oleh yang punya. Pada saat melintasi jalan raya kecepatan bebek tambah kenceng karena ada mobil yang mau lewat. sopir mobil sabar menunggu sementara bebek-bebek dengan rapi tanpa ada yang tumbukkan lari dengan tertip. Kejadian ini bertolak belakang dengan kejadian yang sering kita lihat di televisi, kita baca dikoran atau kita dengar diradio.Kejadian antri pembagian sembako yang menimbulkan orang meninggal, pembagian daging kurban dan zakat fitrah yang juga menimbulkan kurban dan juga penonton sepak bola diajang SEA GAMES yang menelan kurban. Kejadian ini mungkin masih dimaklumi walaupun tidak bisa dibenarkan, karena yang antri rata-rata orang kecil dan tidak perpikir panjang tentang resiko antri. Korban SEA GAMES tidak mungkin yang mempunyai tiket VIP Tapi yang tidak bisa dimaklumi adalah orang-orang yang antri mau membeli Black Berry karena dapat diskon, konon yang menggunakkan Black Berry adalah orang menengah ke atas. Mengapa ya orang Indonesia sulit untuk antri??? Mari kita budayakan untuk antri.

MENGELUH

Suatu hari ada siswa yang ingin mencari guru. Karena sang guru yang mau dicari ada di ruang perpustakaan yang terdapat dilantai dua maka siswa tersebut menaiki tangga menuju ke lantai dua. Entah apa yang terjadi siswa tersebut kesandung tangga dan jatuh, keningnya terbentur pinggir tangga, dan cuur darah segar mengalir dari keningnya. Dengan reflek siswa tersebut menutupi lukanya dengan tangan kirinya. Dan tanpa mengeluh siswa tersebut tetap naik ke lantai dua untuk menghadap sang guru. Sesampainya di ruang perpustakaan dan ketemu sang guru, guru mulai curiga ada apa siswa ini kok tangan kirinya menutupi kening dan di pipinya terdapat bercak darah. Kamu itu kenapa, siswa tadi menjawab tidak apa-apa pak, ditanya sekali lagi dan juga dijawab tidak apa-apa. Kemudian sang guru minta untuk tangan kirinya dilepas dari keninngnya, apa yang terjadi cuur darah segar mengalir dari keningnya, lalu sang guru ikut mendekap lukanya dan dibantu guru dan siswa lainnya untuk membersihkan lukanya kemudian dituntun ke UGD rumah sakit, yang kebetulan terdapat diseberang jalan depan sekolah. Siswa ini tanpa mengeluh walupun di UGD rumah sakit lukanya dijahit. Beberapa guru dan siswa menjenguk dan selalu bertanya bagaimana keadaanMu dan selalu dijawab tidak apa-apa. Hebat memang siswa ini tanpa mengeluh satu katapun dengan luka yang dialami. Kejadian ini berbeda 180 derajat dengan kehidupan sehari-hari. Hampir setiap hari saya sebagai guru mendengar keluhan. Baik dari kepala sekolah, guru, karyawan maupun siswa. Kepala sekolah mengeluh guru susah diajak kerja sama,pekerjaan semua ditumpukan kepada kepala sekolah, murid-murid tidak disiplin. Sedang guru mengeluh kepala sekolah yang begini- begitu, murid yang bandel, tidak sumbut, jika ulangan nilainya jelek. Karyawan mengeluh banyak pekerjaan, guru sering pulang sebelum jam 14.00 tetapi karyawan harus jam 14.00 padahal gaji guru lebih besar dari gaji karyawan. Apalagi murid yang paling banyak mengeluhnya, terlalu disiplinlah, terlalu banyak ulanganlah, gurunya killerlah kepala sekolah galak dan lain-lain. Memang kebiasaan mengeluh bukan hanya terjadi di lingkungan sekolah, dimasyarakatpun banyak yang mengeluh. Seorang pemuda mengeluh karena sulitnya minta ampun mencari pekerjaan. yang sudah bekerja juga mengeluh karena pekerjaannya tidak kunjung kelar. seorang ibu rumah tangga mengeluh karena harga-harga kebutuhan rumah tangga pada naik bahkan ada yang ganti harga ( untuk mengatakan harga barang yang naik sangat tinggi), banyak juga karyawan yang mengeluh karena gajinya tidak naik-naik. Bahkan Presidenpun pernah mengeluh gajinya juga tidak kunjung naik. Mengeluh, Apakah dengan mengeluh hati dan pikiran kita jadi lega ???..... Apakah dengan mengeluh semua yang dikeluhkan akan beres????.... Apakah dengan mengeluh orang akan membantu kita???? ... Jawabnya : TIDAK, TIDAK DAN TIDAK. Apakah dengan mengeluh malah ada yang mencemooh kita??? Apakah dengan mengeluh malah membuat kita tambah stres??? MUNGKIN JAWABNYA YA. Ada pepatah: MENGELUH HANYA MENAMBAH PENDERITAAN

Kamis, 24 November 2011

PRESIDEN MANTU

Pada Hari kamis tanggal 24 November 2011 adalah hari bahagia bagi keluarga presiden SBY dan keluarga Menteri Koordinator Perekonomian Kabinet Bersatu jilid II, Hatta Rajasa. Karena pada hari ini kedua keluarga sedang menikahkan anaknya Edie Baskoro Yudoyono ( Ibas) dengan Siti Rubi Aliya Rajasa (Aliya)di Istana Cipanas, Cianjur, Jawa Barat. Berita ini sangat populer di kalangan media, baik media cetak maupun elektonik. Hampir semua media meliputnya. Ada media yang meliput dan memberi judul pernikahan koalisi, mungkin yang dimaksud adalah pernikahan antara anak ketua pembina partai Demokrat dengan anak ketua umum Partai Amanat Nasional(PAN). Tetapi ada politikus dari PAN yang membantah bahwa pernikahan itu berbau politik.Pernikahan Ibas dan Aliya ini murni berdasarkan cinta bukan politik. Perwakilan Panitia pernikahan Sudi Silalahi menyebutkan bahwa beaya semua ditanggung keluarga kedua mempelai dan tidak sepeserpun menggunakan uang negara. Tetapi ada pertanyaan dari seorang warga negara, bukankah tempat pernikahan di Istana Cipanas?, bukankah Istana Cipanas milik negara?, apa mungkin ya bapak SBY dan bapak Hatta Rajasa menyewa Istana? Menurut Ramadhan Pohan bahwa pernikahan diadakan dengan sederhana karena hidanganya berupa makanan tradisional misalnya tahu, tempe, urap dan sate. Walaupun ada pendapat yang menyatakan ya jelas tidak serderhana.Saking besarnya acara ini bahkan rapat di DPR yang membicarakan nasib rakyat ditunda. Ironisnya sekolah di Cipanas diliburkan untuk menghormati acara pernikahan ini, bukankah pendidikan sangat penting untuk anak bangsa ini? Mengapa pendidikan dikalahkan dengan pernikahan?. Ada sekolah yang tidak diliburkan tetapi anak-anak sekolahnya harus berjalan berkilo-kilo meter untuk sampai di sekolah karena angkutan jalurnya dialihkan. Para sopir angkutjuga mengeluh karena jalurnya dialihkan maka pendapatanya berkurang padahal harus membayar setoran angkutan dan memberi makan anak dan isterinya.Apakah ya mungkin anak dan istri sopir angkot suruh puasa karena ada pernikahan putra presiden dan menteri?

Rabu, 16 November 2011

PALSU

Ada seorang kyai kondang yang menyatakan bahwa mubaligh yang asli dan yang palsu kadang honornya lebih besar yang palsu. Memang banyak yang demikian terjadi. Coba rumput asli dan yang palsu yang biasa digunakan pada lapangan sepak bola pasti mahal yang palsu. makanya banyak siswa pada ajang SEA Games yang diadakan di Jakarta dan palembang lebih memilih suporter palsu dari pada suporter beneran.Suporter palsu (bayaran) memang dibayar oleh negara yang menyewanya, tetapi suporter asli malah membayar. Mungkin suporter Asli Hanya satu alasan menjadi suporter yaitu rasa Nasionalisme. Memang sangat ironis pemerintah meliburkan siswa hanya untuk menjadi suporter palsu, Padahal kondisi pendidikan kita saat ini masih memprihatinkan. Tetapi yakinlah asli tetap asli dan tidak akan berubah seperti emas asli yang selalu dicari orang.

Kamis, 06 Oktober 2011

Bapak dan Simbok

Aku anak kelima dari lima bersaudara, dilahirkan di sebuah dusun nun jauh disana. Di Klaten, tepatnya Klaten kemringet, perbatasan dengan kabupaten Sukoharjo dan dekat dengan Kabupaten Wonogiri. Bahkan temanku dari kota Semarang waktu datang ke rumahku, sempat tanya " iki ya masih Indonesia?" Jawabku ya jelas masih, sini wilayah Indonesia yang berbatasan dengan Irak, jawabku ngawur saja.
Ini menunjukkan bahwa tempat asalku dari sebuah desa yang jauh dari kota dan kehidupan keluargaku sangat kekurangan.Bapakku Petani gurem yang hanya punya 3 petak sawah, itupun sering digadaikan untuk membiayai sekolah anaknya. Simbokku seorang pembuat dan sekaligus menjual tempe.
Aku sangat ingat betul masa kecilku bersama keluarga, karena aku anak yang paling kecil (ragil begitu panggilanku dirumah), aku hidup dimanjakan dibanding dengan saudara-saudaraku (manja dalam kekurangan). Jika ada pembagian makanan misalnya, aku selalu diberi lebih oleh mbokku (begitu aku menyebut ibuku). Ada kejadian yang tidak dapat saya lupakan setiap datang musim kemarau atau awal musim penghujan, Persediaan beras menipis, (sangat ironis petani kok tidak punya beras,tetapi itu kenyataan) keluargaku selalu mengganti nasi dengan tiwul. Tetapi mbokku selalu menyisihkan sedikit beras untukku, Mbokku selalu menanak sedikit nasi dan tiwul, lha jatah saya dipiring bagian bawah diberi nasi dan atasnya diberi tiwul,sedang kakak-kakaku tiwul semua (waktu itu makan dijatah 1 piring).
Bapak simbokku bekerja membanting tulang untuk kelima anaknya, memang yang paling berat untuk membiayai anak-anaknya sekolah. Kenyataannya anak-anaknya sekarang sudah berkeluarga semua dan hidupnya lebih layak,walaupun tidak kaya. Itulah perjuangan bapak simbokku untuk anak-anaknya.
Sekarang bapak simbokku sudah tua renta, bapak berumur 80 tahun dan simbok berumur 73 tahun. Bapak pendengarannya sudah terganggu dan simbok yang terganggu penglihatannya. Bapak dan simbok hidup berdua dirumah yang dulu kita tingaali bersama. Hanya kadang kita berkumpul di rumah itu, waktu lebaran atau natal. Kalau berkumpul anak dan cucunya berjumlah 21, bapak simbokku merasa bahagia walaupun dengan pendengaran dan penglihatan berkurang. Aku sebagai anaknya meras trenyuh melihat itu semua. Bapak dan simbok tidak mengeluh bahkan selalu bersyukur walaupun dalam keadaan seperti itu. Apa yang dapat kulakukan untuk Bapak Simbokku??

Rabu, 07 September 2011

INSTAN

Apa yang tidak dapat dilakukan dengan cepat pada saat ini? hampir semua bisa dicapai dengan instan. Makanan instan ada dimana-mana, murah lagi. Bimbingan belajar menawarkan cara cepat dari membaca cepat, menghadapi tes maupun ujian dengan memberi garansi uang kembali jika target tidak tercapai. Mengurus surat-surat di kantor pemerintahan juga bisa dibuat cepat. Saya punya pengalaman sewaktu mau memperpanjang SIM, saya menghadap petugas yang memakai seragam dan petugas itu menawari mau naik kereta ekonomi atau ekspres pak?? " Maksudnya apa pak " jawab saya pura-pura bloon (padahal wajahnya ya bloon betul). Kalau ekonomi lama tetapi kalau ekspres cepat tetapi tahu sendiri ongkosnya berbeda, jawab petugas tadi.

Dari hal itulah saya berpikir bahwa sekarang banyak hal yang dilakukan secara instan, tetapi untuk menjadi ahli harus melalui proses. Proses kehidupan inilah yang akhirnya membentuk karakter kita sehingga makin hari hidup kita makin sempurna.