Kamis, 21 Juli 2011

Kini dan Disini

Banyak siswa yang tidak tahu waktu dan tempat untuk berbuat apa. Banyak siswa yang sedang apel pagi malah belajar sebaliknya jika diberi kesempatan belajar mandiri baik di dalam atau di luar kelas malah tidak belajar (ada yang cerita bahkan mainan ). Kejadian seperti ini selalu diingatkan oleh guru tetapi juga selalu diulangi.
Jika waktu kapan dan tempat dimana harus melakukan apa tidak diperhatikan maka akan menjadi orang sibuk yang tidak habis-habis berkegiatan dan akhirnya stresss.
Menjadi orang yang tidak merencanakan kegiatan dengan waktu dan tempatnya hanya akan selalu melakukan hal-hal yang mendadak. Padahal ada pepatah "Hanya orang gila yang bekerja tanpa rencana".
Sebaiknya siswa diajari merencana kegiatan seperti yang dituliskan oleh Stephen R. Covey Dalam bukunya " Seven Habbit " yang mengatakan kita bekerja dikuadran III, merencanakan yang penting tetapi tidak mendadak.

Jumat, 17 Juni 2011

Gila

Sewaktu saya bertugas jadi pengawas Ulangan Akir Semester ada siswa yang usil dan ketawa-ketawa. Setelah selesai ketawanya saya dekati dan saya tanya, mengapa ketawa mas? jawab siswa tersebut "tidak apa-apa pak" jawabnya dengan tegas. Tetapi ada siswa yang nyelethuk, "gila pak" semua siswa gerr... tertawa. Dengan spontan layaknya guru yang galak dan berwibawa semua siswa saya gertak "diam" ini baru tes (padahal suara saya cempreng seperti radio rusak), semua siswa diam dan mulai mengerjakan lagi atau pura-pura mengerjakan yang jelas semua siswa diam. Setelah suasananya tenang saya pikir-pikir benar juga ya" Orang gila itu tertawa tanpa sebab".

OTAKMU DIMANA???

Otakmu dimana?. Pertanyaan yang sadis dan meyakitkan hati.Walaupun kebanyakan orang belum membuktikkan otaknya di kepala,jika ada pertanyaan otakmu dimana? pasti tersinggung dan marah. Tetapi tidak berlaku pada diri saya sudah terbukti otak saya dikepala.Otak saya terbukti dikepala karena saya pernah dibedah kepala saya sehubungan dengan tumor di otak saya.
Di sekolah saya (SMP)ada aturan celana anak laki-laki harus di atas lutut dan rok perempuan di bawah lutut.Tetapi kenyataannya banyak siswa putra celananya di bawah lutut (dengkul).Berkali-kali guru BK (Bimbingan dan Konseling) mengingatkan bahwa pemakaian seragam terutama siswa putra tidak sesuai aturan dan ada yang sudah diberi sanksi tetapi ya masih diulang lagi. Pada suatu hari ada siswa yang celananya dibawah lutut oleh guru disuruh melipat dan diberi jarum serta benang untuk menjahitnya, tetapi kenyataannya keesok harinya dilepas lagi. Entah mengapa kok bisa begitu, saya sendiri juga tidak tahu pasti alasan siswa-siswa tersebut.
Saya hanya dapat berkomentar pad siswa : " Saya bisa memaklumi walaupun tidak bisa membenarkan siswa yang menggunakan celana dibawah dengkul, Mungkin kawatir kalau jatuh dengkulnya terluka dan gegar otak", memang otakku di dengkul pak tanya seorang siswa, jawabku "saya tidak tahu". Siswa tersebut nyengir, tertawa-tawa sambil pergi.

Rabu, 15 Juni 2011

TIDAK TAHU

Pada suatu saat, apel pagi di sekolahku, Kepala Sekolah memerintahkan kepada semua guru untuk merazia barang yang dibawa siswa ke sekolah. Barang yang tidak mendukung proses belajar silahkan diambil, perintah kepala sekolah. Saya sebagai guru yang sok kuasa menggeledah satu persatu tas siswa. Dan akhirnya saya ketemukan cairan putih di botol plastik yang saya tidak mengenali botol tersebut. Pikir saya ini cairan yang membahayakan. Tanpa ba bi bu langsung saya ambil botol tersebut. Setelah saya ambil ada teman guru yang mengatakan itu hanya air putih untuk minum pak, dengan malu-malu saya kembalikan ke tas siswa semula, sok tahu pikirku dalam diri sendiri. Memang kalau ingin tahu banyak, harus belajar dan mau bertanya kepada siapapun, jadi tidak sok tahu.

Sabar

Pada suatu sore, anak saya yang baru kelas 3 SD mengatakan pada saya " Pak saya disuruh bu guru membuat model pesawat terbang dari kardus bekas. Waduh mati aku saya belum pernah membuatnya, aku rasanya jengkel sekali. Saya bertanya pada anak saya : Lha bagaimana bu guru mengajarinya?. Bu guru tidak ngajari kok pak, jawab anakku dengan santai, saya tambah jengkel dan mengumpat sana-sini tidak karuan. Masih dengan jengkel, saya coba mencari model pesawat terbang di internet. Dan akhirnya ketemu gambar model pesawat terbang yang ku maksud dan saya print dan jengkelku agak berkurang. Dengan mantap bak super hero gambar tadi saya serahkan kepada anak saya, dan saya pikir masalah sudah selesai. Pak bagaimana cara membuatnya?? Tanya anakku. Modar aku, batinku, kejengkelanku timbul lagi bahkan semakin memuncak. " Sudah tidak usah buat saja dik, bentakku dengan suara marah. Yo jangan pak, besuk aku tidak dapat nilai dari bu guru, kata anakku. Ya sudah pak saya buate sendiri, kata anakku dengan suara lirih mungkin takut dengan bapaknya yang kelihatan marah. Akhirnya anak saya dengan sabar mengambil botol bekas kemasan minuman dan kardus bekas dikamar belakang, kebetulan di kamar belakang banyak botol dan kardus bekas, karena kami punya pekerjaan sampingan jualan sabun curah. Dengan sabar dan telaten, juga sambil ngantuk-ngantuk akhirnya pesawat terbang dari botol bekas dan kardus bekas jadi juga. Setelah itu anak saya pamitan saya, untuk tidur dan masuk kamarnya. Selang beberapa menit saya tengok ke kamarnya ternyata sudah tidur pulas. Saya jadi merenung : melakukan sesuatu dengan jengkel ternyata tidak menghasilkan apa-apa kecuali jengkel tadi. Sebaliknya melakukan sesuatu dengan tekun dan sabar pasti akan ada hasilnya. Kita para orang tua juga dapat belajar dari anak-anak kita yang masih kecil.

Selasa, 07 Juni 2011

Lebay

Suatu hari saya mengajar dikelas dengan serius, maklum pelajArannya matematika.Hampir semua siswa serius dan manggut-manggut mendengar penjelasan saya. Dalam suasana tenang dan cenderung siswa tegang ada seorang siswa dari kelas lain mengetuk pintu permisi dan minta masuk kelas tersebut. semua siswa terdiam hanya saya yang bicara "silahkan masuk" siswa dari kelas lain tadi masuk dan saya tanya ada apa mas?. "selamat siang pak" sambil mengulurkan tangan mengajak saya bersalaman dan siswa tadi mengatakan terima kasih pak terus pergi keluar kelas. Semua siswa yang ada di kelas ger...ger tertawa terbahak-bahak dan ada siswa yang berteriak sinting ada juga yang berteriak lebay. Saya pikir-pikir mengapa siswa tadi kok melakukan demikian, ternyata tadi pagi waktu apel pagi siswa diingatkan untuk senyum, sapa dan salam pada siapapun terutama guru. Memang senyum, sapa, salam itu sangat baik tetapi mestinya tidak berlebihan. TIDAK LEBAY.

Sabtu, 04 Juni 2011

KIPAS ANGIN

Pada suatu hari saya mengajar dikelas VIIIC, setelah saya masuk ruangan saya mendengar suara trek... trekk... trekk...saya merasa terganggu dengan suara tersebut. Saya minta tolong kepada salah satu siswa untuk mematikan kipas angin tersebut, pikir saya supaya pembelajaran tidak terganggu. Apa yang terjadi? Hampir semua siswa teriak seperti koor DPR RI "panas pak". Memang hari itu suhu di Muntilan sungguh panas, mungkin pengaruh erupsi Merapi beberapa waktu yang lalu. Lha terus piye? tanyaku. Biarkan kipas angine terus menyala pak jawab seorang siswa dengan suara lantang (api po menyala, batinku). Terus saya tanya lagi "apa tidak terganggu dengan suara itu?". ya terganggu pak jawabnya dengan suara lembek.

Akhirnya pembelajaran tetap berlangsung dengan suara trekk.. trekk...itu. Tetapi setelah berlangsung berhari-hari bahkan berminggu-minggu, saya merasa tidak terganggu, lalu saya tanya kepada siswa jawabnya sebagian besar siswa tidak terganggu. Saya pikir kok bisa ya???. Kalau kita mau jujur sebenarnya yang mengganggu suasana itu pikiran kita sendiri bukan lingkungan. Kemudian saya ingat pepatah jawa "witing tresno jalaran soko kulino", dan juga ingat bisa karena terbiasa. seperti ungkapan Stephen A Covey " Kebiasaan akan membentuk karakter.