Apa yang tidak dapat dilakukan dengan cepat pada saat ini? hampir semua bisa dicapai dengan instan. Makanan instan ada dimana-mana, murah lagi. Bimbingan belajar menawarkan cara cepat dari membaca cepat, menghadapi tes maupun ujian dengan memberi garansi uang kembali jika target tidak tercapai. Mengurus surat-surat di kantor pemerintahan juga bisa dibuat cepat. Saya punya pengalaman sewaktu mau memperpanjang SIM, saya menghadap petugas yang memakai seragam dan petugas itu menawari mau naik kereta ekonomi atau ekspres pak?? " Maksudnya apa pak " jawab saya pura-pura bloon (padahal wajahnya ya bloon betul). Kalau ekonomi lama tetapi kalau ekspres cepat tetapi tahu sendiri ongkosnya berbeda, jawab petugas tadi.
Dari hal itulah saya berpikir bahwa sekarang banyak hal yang dilakukan secara instan, tetapi untuk menjadi ahli harus melalui proses. Proses kehidupan inilah yang akhirnya membentuk karakter kita sehingga makin hari hidup kita makin sempurna.
tidak akan berhenti berjalan sebelum sampai ketempat semula (tidak akan mati sebelum ajal menjemput)
Rabu, 07 September 2011
Sabtu, 06 Agustus 2011
BEDA
Pada saat aku masuk akan mengajar disuatu kelas, kok kelasnya agak gelap, pikirku, ternyata gorden jendela masih ditutup. Karena saya merasa gelap padahal diluar terik matahari sangat terang, maka saya minta gorden jendela di buka, "jangan pak!!!" jawaban serempak hampir semua siswa berteriak. Saya penasaran sebetulnya ada apa tho???
Akhirnya saya putuskan untuk menyibak sedikit gorden jendela supaya bisa melihat keluar, setelah gorden saya sibak sedikit dan melihat keluar, ada salah satu siswa yang berteriak, " Pak guru porno", setelah saya melihat sebentar keluar kelas gorden saya tutup kembali. OOO itu yang dianggap porno oleh anak-anak, ternyata diluar ada jemuran pakaian dan maaf ada juga pakaian dalam.
Sebenarnya bagi saya melihat seperti itu sudah biasa karena saya tinggal di perumahan yang tipenya kecil-kecil sehingga tiap hari kalau menjemur pakaian di pinggir gang depan rumah.
Saya baru sadar ternyata sesuatu yang sama dapat dimaknai lain oleh orang yang berbeda.
Kita memang diciptakan Tuhan berbeda adanya, tetapi dengan berbeda kita akan hidup serasi, bagai gelas dan tutupnya.
Akhirnya saya putuskan untuk menyibak sedikit gorden jendela supaya bisa melihat keluar, setelah gorden saya sibak sedikit dan melihat keluar, ada salah satu siswa yang berteriak, " Pak guru porno", setelah saya melihat sebentar keluar kelas gorden saya tutup kembali. OOO itu yang dianggap porno oleh anak-anak, ternyata diluar ada jemuran pakaian dan maaf ada juga pakaian dalam.
Sebenarnya bagi saya melihat seperti itu sudah biasa karena saya tinggal di perumahan yang tipenya kecil-kecil sehingga tiap hari kalau menjemur pakaian di pinggir gang depan rumah.
Saya baru sadar ternyata sesuatu yang sama dapat dimaknai lain oleh orang yang berbeda.
Kita memang diciptakan Tuhan berbeda adanya, tetapi dengan berbeda kita akan hidup serasi, bagai gelas dan tutupnya.
IRIT atau PELIT
Ada teman yang mengatakan irit dengan pelit itu berdekatan atau batasnya tipis, orang yang irit cenderung pelit. Menurut saya irit lebih pada diri sendiri, sedangkan pelit berhubungan dengan orang lain.
Hidup irit boleh dikatakan hidup sederhana, bersahaja, tidak berlebihan. Misalnya kita pergi kekantor dapat ditempuh dengan jalan kaki dan tidakk ada halangan yang berarti maka tidak usah pakai mobil walaupun kita punya. Kita masih bisa mengguanakan kertas yang sebaliknya kosong maka kertas tersebut jangan dibuang.
Kalau pelit, misalnya ada pengemis yang membutuhkan dan minta kepada kita, kita jawab tidak punya padahal punya.
Kalau orang tua mendaftarkan anaknya ke sekolah baru dan berpura-pura jadi orang miskin padahal kaya, pelit itu namanya. Jika uang sekolah anaknya naik, misalnya 10 ribu rupiah per bulan padahal ini sudah sesuai dengan kebutuhan di sekolah, orang tua protes. Sementara orang tua untuk membeli rokok meningkat 50 ribu per bulan, bisa beli atau orang tua males nganter anaknya ke sekolah dan disuruh naik becak pulang pergi 8 ribu rupiah per hari, juga bisa bayar, orang ini juga pelit.
Bisa saja kita hidup irit tapi tidak pelit.
Hidup irit boleh dikatakan hidup sederhana, bersahaja, tidak berlebihan. Misalnya kita pergi kekantor dapat ditempuh dengan jalan kaki dan tidakk ada halangan yang berarti maka tidak usah pakai mobil walaupun kita punya. Kita masih bisa mengguanakan kertas yang sebaliknya kosong maka kertas tersebut jangan dibuang.
Kalau pelit, misalnya ada pengemis yang membutuhkan dan minta kepada kita, kita jawab tidak punya padahal punya.
Kalau orang tua mendaftarkan anaknya ke sekolah baru dan berpura-pura jadi orang miskin padahal kaya, pelit itu namanya. Jika uang sekolah anaknya naik, misalnya 10 ribu rupiah per bulan padahal ini sudah sesuai dengan kebutuhan di sekolah, orang tua protes. Sementara orang tua untuk membeli rokok meningkat 50 ribu per bulan, bisa beli atau orang tua males nganter anaknya ke sekolah dan disuruh naik becak pulang pergi 8 ribu rupiah per hari, juga bisa bayar, orang ini juga pelit.
Bisa saja kita hidup irit tapi tidak pelit.
Bahasa Jawa
Pada tanggal 6 Juni 2011 saya mendapat tugas mengawasi ulangan kenaikan kelas (UKK) kelas VII dan VIII mata pelajaran bahasa Jawa. Mata pelajaran bahasa Jawa yang merupakan muatan lokal propinsi Jawa Tengah dirasakan cukup berat oleh sebagian siswa, maklum saja anak-anak ini berasal dari luar Jawa Tengah dan Daerah istimewa Yogyakarta yang pada waktu sekolah di SD tidak ada bahasa Jawa.
Sebagian besar dari anak diluar Jawa Tengah dan DIY ini ogah-ogahan, males dan tidak punya semangat. Bahkan ada yang waktunya baru berjalan 15 menit dari 90 menit yang disediakan sudah tidur-tiduran. Tetapi ada satu siswi yang mungkin berasal dari daerah Indonesia timur ( dilihat dari kulit dan rambutnya) saya lihat berusaha dengan keras sampai waktunya kurang dari 10 menit menjelang 90 menit.
Saya mendekati siswa tersebut dan saya coba lihat hasil pekerjaannya dan juga saya lihat soalnya ternyata jawabannya banyak yang benar, menurut saya ( saya bukan guru bahasa Jawa, tetapi saya orang Jawa dan keseharian berbahasa Jawa )
Setelah bel tanda waktu mengerjakan habis saya tanya kepada siswi tersebut, bisa tidak mbak?? jawabnya : "yang penting berusaha pak", masalah hasil dipikirkan belakangan. Sungguh jawaban yang hebat, pikirku. Bukankah dalam hidup ini yang penting berusaha??. Masalah hasil, memang harapanya baik, tetapi kalau hasilnya tidak baik itu sebagai pengalaman dan kita harus mawas diri serta berusaha lagi.
Sebagai manusia sebaiknya kita berusaha dan mempunyai harapan, tetapi hasil apapun patut kita syukuri dan diambil hikmahnya dan selalu pasrah pada Tuhan.
Sebagian besar dari anak diluar Jawa Tengah dan DIY ini ogah-ogahan, males dan tidak punya semangat. Bahkan ada yang waktunya baru berjalan 15 menit dari 90 menit yang disediakan sudah tidur-tiduran. Tetapi ada satu siswi yang mungkin berasal dari daerah Indonesia timur ( dilihat dari kulit dan rambutnya) saya lihat berusaha dengan keras sampai waktunya kurang dari 10 menit menjelang 90 menit.
Saya mendekati siswa tersebut dan saya coba lihat hasil pekerjaannya dan juga saya lihat soalnya ternyata jawabannya banyak yang benar, menurut saya ( saya bukan guru bahasa Jawa, tetapi saya orang Jawa dan keseharian berbahasa Jawa )
Setelah bel tanda waktu mengerjakan habis saya tanya kepada siswi tersebut, bisa tidak mbak?? jawabnya : "yang penting berusaha pak", masalah hasil dipikirkan belakangan. Sungguh jawaban yang hebat, pikirku. Bukankah dalam hidup ini yang penting berusaha??. Masalah hasil, memang harapanya baik, tetapi kalau hasilnya tidak baik itu sebagai pengalaman dan kita harus mawas diri serta berusaha lagi.
Sebagai manusia sebaiknya kita berusaha dan mempunyai harapan, tetapi hasil apapun patut kita syukuri dan diambil hikmahnya dan selalu pasrah pada Tuhan.
Kamis, 21 Juli 2011
Kini dan Disini
Banyak siswa yang tidak tahu waktu dan tempat untuk berbuat apa. Banyak siswa yang sedang apel pagi malah belajar sebaliknya jika diberi kesempatan belajar mandiri baik di dalam atau di luar kelas malah tidak belajar (ada yang cerita bahkan mainan ). Kejadian seperti ini selalu diingatkan oleh guru tetapi juga selalu diulangi.
Jika waktu kapan dan tempat dimana harus melakukan apa tidak diperhatikan maka akan menjadi orang sibuk yang tidak habis-habis berkegiatan dan akhirnya stresss.
Menjadi orang yang tidak merencanakan kegiatan dengan waktu dan tempatnya hanya akan selalu melakukan hal-hal yang mendadak. Padahal ada pepatah "Hanya orang gila yang bekerja tanpa rencana".
Sebaiknya siswa diajari merencana kegiatan seperti yang dituliskan oleh Stephen R. Covey Dalam bukunya " Seven Habbit " yang mengatakan kita bekerja dikuadran III, merencanakan yang penting tetapi tidak mendadak.
Jika waktu kapan dan tempat dimana harus melakukan apa tidak diperhatikan maka akan menjadi orang sibuk yang tidak habis-habis berkegiatan dan akhirnya stresss.
Menjadi orang yang tidak merencanakan kegiatan dengan waktu dan tempatnya hanya akan selalu melakukan hal-hal yang mendadak. Padahal ada pepatah "Hanya orang gila yang bekerja tanpa rencana".
Sebaiknya siswa diajari merencana kegiatan seperti yang dituliskan oleh Stephen R. Covey Dalam bukunya " Seven Habbit " yang mengatakan kita bekerja dikuadran III, merencanakan yang penting tetapi tidak mendadak.
Jumat, 17 Juni 2011
Gila
Sewaktu saya bertugas jadi pengawas Ulangan Akir Semester ada siswa yang usil dan ketawa-ketawa. Setelah selesai ketawanya saya dekati dan saya tanya, mengapa ketawa mas? jawab siswa tersebut "tidak apa-apa pak" jawabnya dengan tegas. Tetapi ada siswa yang nyelethuk, "gila pak" semua siswa gerr... tertawa. Dengan spontan layaknya guru yang galak dan berwibawa semua siswa saya gertak "diam" ini baru tes (padahal suara saya cempreng seperti radio rusak), semua siswa diam dan mulai mengerjakan lagi atau pura-pura mengerjakan yang jelas semua siswa diam. Setelah suasananya tenang saya pikir-pikir benar juga ya" Orang gila itu tertawa tanpa sebab".
OTAKMU DIMANA???
Otakmu dimana?. Pertanyaan yang sadis dan meyakitkan hati.Walaupun kebanyakan orang belum membuktikkan otaknya di kepala,jika ada pertanyaan otakmu dimana? pasti tersinggung dan marah. Tetapi tidak berlaku pada diri saya sudah terbukti otak saya dikepala.Otak saya terbukti dikepala karena saya pernah dibedah kepala saya sehubungan dengan tumor di otak saya.
Di sekolah saya (SMP)ada aturan celana anak laki-laki harus di atas lutut dan rok perempuan di bawah lutut.Tetapi kenyataannya banyak siswa putra celananya di bawah lutut (dengkul).Berkali-kali guru BK (Bimbingan dan Konseling) mengingatkan bahwa pemakaian seragam terutama siswa putra tidak sesuai aturan dan ada yang sudah diberi sanksi tetapi ya masih diulang lagi. Pada suatu hari ada siswa yang celananya dibawah lutut oleh guru disuruh melipat dan diberi jarum serta benang untuk menjahitnya, tetapi kenyataannya keesok harinya dilepas lagi. Entah mengapa kok bisa begitu, saya sendiri juga tidak tahu pasti alasan siswa-siswa tersebut.
Saya hanya dapat berkomentar pad siswa : " Saya bisa memaklumi walaupun tidak bisa membenarkan siswa yang menggunakan celana dibawah dengkul, Mungkin kawatir kalau jatuh dengkulnya terluka dan gegar otak", memang otakku di dengkul pak tanya seorang siswa, jawabku "saya tidak tahu". Siswa tersebut nyengir, tertawa-tawa sambil pergi.
Di sekolah saya (SMP)ada aturan celana anak laki-laki harus di atas lutut dan rok perempuan di bawah lutut.Tetapi kenyataannya banyak siswa putra celananya di bawah lutut (dengkul).Berkali-kali guru BK (Bimbingan dan Konseling) mengingatkan bahwa pemakaian seragam terutama siswa putra tidak sesuai aturan dan ada yang sudah diberi sanksi tetapi ya masih diulang lagi. Pada suatu hari ada siswa yang celananya dibawah lutut oleh guru disuruh melipat dan diberi jarum serta benang untuk menjahitnya, tetapi kenyataannya keesok harinya dilepas lagi. Entah mengapa kok bisa begitu, saya sendiri juga tidak tahu pasti alasan siswa-siswa tersebut.
Saya hanya dapat berkomentar pad siswa : " Saya bisa memaklumi walaupun tidak bisa membenarkan siswa yang menggunakan celana dibawah dengkul, Mungkin kawatir kalau jatuh dengkulnya terluka dan gegar otak", memang otakku di dengkul pak tanya seorang siswa, jawabku "saya tidak tahu". Siswa tersebut nyengir, tertawa-tawa sambil pergi.
Langganan:
Postingan (Atom)